Transfer Pemain Yang Dianggap Terlalu Mahal di Musim Panas 2017

BolaSempak Langkah Kylian Mbappe ke Paris Saint-Germain dinobatkan sebagai kesepakatan bernilai terburuk dari jendela transfer musim panas 2017, sementara kepindahan Mohamed Salah ke Liverpool dianggap sebagai yang terbaik.

 

Observatorium Football CIES telah merilis analisa mengenai kesepakatan yang dilakukan di jendela terakhir, yang menemukan bahwa PSG mendapat nilai transfer terburuk di lima besar liga Eropa dalam mendaratkan Mbappe dari AS Monaco dalam sebuah pinjaman awal sehingga mereka akan menghasilkan uang permanen sebesar € 180 juta akhir musim ini.

 

Algoritma mereka, yang “secara ilmiah memperkirakan nilai transfer yang wajar” memberi peringkat 18 untuk Mbappe, senilai € 92,6 juta, yang berarti PSG akan membayar lebih mahal sebesar € 87,4 juta dalam kesepakatan tersebut, setelah beberapa hal diperhitungkan.

 

Sementara itu, Liverpool melakukan transfer yang terbaik menurut Observatorium, dengan Salah dibeli dari AS Roma seharga € 50 juta meskipun dihargai € 69,4 juta.

 

Tim lain yang dianggap salah karena membayar lebih banyak dari nilai seharusnya adalah Barcelona dan Manchester City. Analisis mereka menunjukkan bahwa Ousmane Dembele yang memiliki total biaya bisa mencapai € 147 juta, ditambahkan dengan biaya yang lebih tinggi € 51,2 juta memiliki nilai wajar € 95,8 juta.

 

Sementara itu City melepaskan biaya sebesar € 57.5 juta pada Benjamin Mendy, yang tercatat sebagai bakat bernilai € 28,5 juta.

 

Skuad asuhan Pep Guardiola juga dianggap salah dari kesepakatan transfer lainnya. Dari sisi yang mendaratkan penawaran terbaik setelah usaha Liverpool untuk menambahkan nama Salah, penandatanganan Sevilla atas Nolito dari City seharga € 10 juta (saat ia dihargai € 27,4 juta) berada di posisi kedua.

 

Langkah Chelsea senilai € 38 juta untuk merekrut Antonio Rudiger, yang dinilai sebagai pemain seharga € 54.2 juta, adalah penandatanganan ketiga yang dianggap baik.

 

Observatorium Football CIES mengatakan: “Seperti biasa, ada gap negatif antara jumlah yang dibayar dan perkiraan nilai.

 

“Rata-rata, yang sebelumnya 30% lebih rendah dari yang terakhir, ini adalah perbedaan terbesar yang diamati sejak penerapan algoritma nilai transfer. Temuan ini mencerminkan percepatan inflasi yang terjadi di bursa transfer.

 

“Namun beberapa hal bisa berubah dalam beberapa waktu kedepan, karena meningkatnya sebuah klausul dalam kontrak dan juga kesanggupan klub untuk menebus penilaian tertinggi dari permintaan klub penjual.”