Scholl: Lahm Setara Dengan Beckenbauer dan Gerd Muller

Scholl dan Lahm

BolaSempak Mantan bintang Bayern Munich, Mehmet Scholl, merasa Philipp Lahm setara dengan para legenda Jerman seperti Franz Beckenbauer dan Gerd Muller.

 

Lahm mengumumkan pada hari Selasa lalu (07/02/2017) bahwa ia akan pensiun dari sepak bola profesional pada akhir musim 2016-17, menekankan bahwa ia ingin berhenti sementara meskipub masih bisa bermain di level tertinggi.

 

Bek kanan itu membuat lebih dari 500 penampilan di semua kompetisi untuk Bayern sepanjang karirnya, memenangkan banyak trofi dalam dan Scholl hanya bisa memuji pesepakbola 33 tahun tersebut.

 

“Ini adalah berita yang sangat menyedihkan bagi saya sebagai seorang penggemar sepak bola,” kata Scholl kepada ARD.

 

“Philipp telah menjadi pemain yang luar biasa untuk 70% dari karirnya dan dia adalah pemain kelas dunia untuk di 30% karirnya.

 

“Dia di atas sana dengan Franz Beckenbauer, Gerd Muller dan Lothar Matthaus. Ia adalah legenda besar Jerman sepanjang masa.

 

“Saya bisa mengerti keputusannya dari sudut pandang manusia. Dia juga membuat keputusan yang tepat untuk pensiun dari pertandingan internasional setelah Piala Dunia 2014. Dia tahu tubuhnya lebih baik dari siapa pun.”

 

Matthaus, sementara itu, merasa Lahm masih memiliki beberapa tahun untuk berkarir, sebelum menyuarakan keterkejutannya pada keputusan mantan kapten Jerman itu untuk menolak pekerjaan sebagai direktur olahraga Bayern.

 

“Philipp membuat keputusan cerdas untuk pensiun dari sepakbola internasional setelah Jerman memenangi Piala Dunia 2014,” kata Matthaus.

 

“Dia sangat baik karena ia melihat bahwa hal itu tidak lagi mungkin untuk menggabungkan dua sisi. Keputusan itu memungkinkan dia untuk fokus pada Bayern. Jadi kita harus menerima keputusannya sekarang juga.

 

“Secara pribadi, saya masih percaya pada dirinya sebagai bek kanan bahkan terhadap lawan terhebat. Saya pikir dia masih memiliki beberapa tahun di dalam dirinya.

 

“Untuk meninggalkan permainan ini sellau menjadi kejutan. Saya merasa sulit untuk memahami keputusannya yang menolak tawaran menjadi direktur olahraga klub.

 

“Sebuah kesempatan seperti itu mungkin datang hanya sekali dalam seumur hidup. Tidak ada jaminan situasi tidak akan benar-benar berbeda di tahun 2019. Dia mungkin tidak lagi menjadi kandidat teratas setelah itu.”