Ruud van Nistelrooy – Inilah Berbagai Pertandingan Yang Mengubah Hidupnya

Ruud van Nistelrooy

Ruud van Nistelrooy

 

BolaSempak Mantan striker Manchester United dan Real Madrid, Nistelrooy, mengingat pertandingannya yang paling signifikan dalam hidupnya.

 

Sebelumnya dia adalah pemain muda yanh tidak begitu dikenal saat masih berkarir di Heerenve, sampai akhirnya dia direkrut PSV dan berkembang menjadi salah satu striker terbaik di Eredivisie.

 

Namun karirnya sempat terhambat karena harus mengalami cedera yang cukup sulit, dimana pada saat yang sama dia menjadi target transfer bagi Manchester United di era Fergie. Dan pada kenyataannya, meskipun mengalami cedera, mantan striker timnas Belanda itu tetap menarik minat bagi The Red Devils.

 

Setelah mendapatkan kesuksesan di Inggris, Nistelrooy hijrah ke Madrid sebelum akhirnya pensiun. Dan berikut ini adalah pertandingan yang dianggap menjadi penentu karirnya sebagai pesepakbola profesional.

 

Mei 1986: (Klub tidak diketahui) 1 vs 2 Nooit Gedacht Geffen

“Saya tidak ingat tanggal pastinya atau siapa lawannya, tapi bermain untuk tim di desa saya di Geffen adalah kenangan yang sangat istimewa. Seluruh sekolah datang untuk menonton dan semua anak membawa spanduk.

“Ini adalah pengalaman yang luar biasa saat berusia 10 tahun, membuat saya menyadari betapa luar biasanya meraih kesuksesan, Kami kami tertinggal 1-0 dan saya menyamakan kedudukan, sebelum teman saya mencetak gol kemenangan.”

 

20 Agustus 1997: Heerenveen 3-1 NAC Breda

“Ini adalah pertandingan pertama saya di Eredivisie dan juga debut saya untuk Heerenveen, saat yang sangat menyenangkan karena bermain di divisi tiga Belanda selama tiga tahun, jadi untuk mencetak gol di pertandingan pertama di level tertinggi di sepak bola Belanda sungguh menakjubkan.

“Heerenveen adalah klub spesial, saya hanya bermain di sana selama setahun, tapi mereka memberi saya kesempatan untuk mencapai level tertinggi dan mengembangkan diri saya sendiri. Mereka memberi saya pendidikan yang bagus.”

 

25 November 1998: HJK Helsinki 1-3 PSV Eindhoven

“Ketika saya mencetak hat-trick untuk PSV dalam pertandingan Liga Champions pertama saya, saya berpikir: Ini adalah momen besar!’ Ini adalah saat untuk bernafas dan melihat kembali apa yang telah saya alami sejak pertandingan di masa muda, naik melalui liga Belanda bersama Den Bosch, Heerenveen dan PSV.

“Mencetak hat-trick ini memberi saya harapan dan keyakinan untuk mewujudkan mimpi mencapai sukses di panggung tertinggi.”

 

19 November 2003: Belanda 6-0 Skotlandia (agregat 6-1)

“Setelah kalah pada pertandingan pertama kualifikasi Euro 2004, negara kami menyebutnya sebagai bencana nasional. Kami tidak berpikir bahwa kami akan bertahan, ada tekanan besar pada kami, kami ditekan untuk pertandingan selanjutnya.

“Kami semua berkata: ‘Kami harus mengalahkan mereka!’ dan kami melakukannya dengan skor 6-0. Ada begitu banyak tekanan, maka perasaan lega itu seperti ledakan emosi yang gila. Kami akhirnya mencapai semifinal di Portugal.”

 

27 April 2003: Tottenham Hotspur 0-2 Manchester United

“Arsenal tampaknya akan memenangkan liga, tapi kami menunjukkan penampilan yang luar biasa dan dituntut memenangkan tiga pertandingan terakhir kami untuk memenangkan gelar. Kami tahu jika kami mengalahkan Spurs, ini adalah langkah besar untuk memenangkannya. Scholes dan saya mencetak gol. Dan kami menang di White Hart Lane.

“Kami terus memenangkan gelar, itu adalah perasaan yang luar biasa. Setelah semua kerja keras yang kami lakukan untuk mengejar Arsenal, itu menjadi momen yang tepat. Mereka memiliki tim yang luar biasa.”

 

9 Juni 2007: Real Zaragoza 2-2 Real Madrid

“Ini adalah pertandingan yang terlihat bodoh! Ini adalah minggu kedua terakhir musim dan kami (Madrid) berada di puncak klasemen dengan Barcelona. Dengan dua menit tersisa, mereka mengalahkan Espanyol dan kami kalah 2-1 di Zaragoza.

“Kemudian saya mencetak gol dan pada saat yang sama, Espanyol mencetak gol, kami membuat fans Madrid meledak, hanya pada saat-saat kegilaan seperti itu Anda menyadari betapa gila dan indah permainannya. Untuk berbagi momen emosional dengan begitu banyak orang yang sempat merasa marah, kami mengalahkan Mallorca dalam pertandingan terakhir untuk memenangkan Liga Primera. “