Niko Kovac dan Statistik Kepelatihan Untuk Bayern Munich

bolasempak.com Bayern Munich mengakhiri spekulasi atas pelatih baru mereka pada hari Jumat, mengumumkan pengangkatan Niko Kovac (yang masih menukangi Eintracht Frankfurt) dengan kontrak tiga tahun.

 

Pria 46 tahun yang menghabiskan dua tahun di klub Bavarians sebagai pemain dan memenangkan gelar Bundesliga pada tahun 2003, akan mengambil alih kepelatihan dari Juppy Heynckes di Allianz Arena pada 1 Juli tahun ini.

 

Kovac menikmati karir sebagai pesepakbola yang panjang untuk klub dan negaranya, dan menghabiskan dua tahun kepelatihan di Kroasia, tetapi dua musim di Frankfurt adalah satu-satunya yang ia miliki sebagai pelatih utama di level klub.

 

Oleh karena itu, keputusan Bayern bukan tanpa unsur risiko, tetapi seperti yang ditunjukkan statistik terakhir, Bayern mungkin bisa berharap pada mantan pemainnya untuk membawa klub ke jalur tak terkalahkan.

 

 

72 – Kovac telah mengambil alih 72 pertandingan liga dengan Frankfurt. Rekornya seimbang dengan baik: 28 kemenangan, 28 kekalahan dan 16 imbang.

 

47 – Bahkan, sejak pengangkatan Kovac di Commerzbank-Arena, hanya Bayern (47) yang kebobolan lebih sedikit daripada Eintracht (88) dan sejajar dengan Borussia Dortmund.

 

1,39 – Ini adalah jumlah rata-rata poin per pertandingan yang dikelola Kovac. Pelatih Frankfurt terakhir yang mencapai angka itu atau lebih baik adalah Felix Magath, antara Desember 1999 dan Januari 2001. Mereka memiliki 11 perubahan pelatih sejak kepergian Magath.

 

19 – Dari 28 kemenangannya di Bundesliga sebagai pelatih, 19 adalah selisih satu gol. Dalam rentang yang sama, tidak ada tim lain yang memenangkan lebih dari 17 pertandingan dengan selisih satu gol.

 

Jika Bayern mencari cara untuk memperkuat pertahanan dan kemauan untuk menang, mereka pasti ingin mendapatkan orang yang tepat. Dengan tujuh gelar berturut-turut, mungkin musim yang tak terkalahkan seharusnya menjadi tujuan bagi seorang Niko Kovac.

 

Namun masih harus dilihat apakah para pemain dan internal klub akan padu untuk sang pelatih baru, atau justru Bayern akan kembali mengubah pelatih seperti awal musim ini ketika Carlo Ancelotti dipecat dan membawa kembali Jupp Heynckes.

 

Yang jelas, tugas berat akan menanti seorang Niko Kovac dan membutuhkan dukungan besar dari pihak klub.