Momen Tertinggi dan Terendah Luis Enrique di Barcelona

Luis Enrique

BolaSempak Luis Enrique mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan Barcelona pada akhir musim ini, menurunkan masa jabatan yang dipegang dalam tiga tahun terakhir.

Dua musim pertama menghasilkan delapan piala dan mungkin ada hal yang bisa dilihat terkait keberhasilan atau kegagalan untuk menambahkan beberapa catatan sebelum akhir musim.

 

Tertinggi

Treble Winners: Menyapu bersih trofi domestik dan Eropa, menempatkan Luis Enrique di jajaran pelatih hebat setelah Jock Stein, Stefan Kovacs, Guus Hiddink, Alex Ferguson, Pep Guardiola, Jose Mourinho dan Jupp Heynckes untuk mencapai prestasi tersebut.

Petualangannya di Barca meniru pengembangan sejarah era Guardiola di musim 2008-09, dengan menjadikan Lionel Messi titik fokus dalam serangan dan diberi kebebasan.

Bayern mengalahkan Barca dengan agregat 7-0 dua musim sebelumnya tapi tidak bisa membalikkan defisit di Bavaria, dan balas dendam diberlakukan di La Liga. Atletico Madrid merebut gelar di Camp Nou pada musim 2013-14, tapi Barca melakukan hal yang sama di Vicente Calderon untuk mendapatkan kembali mahkota mereka. Dan catatan indah lain terjadi dalam kemenangan 3-1 atas Athletic Bilbao di final Copa del Rey.

 

Bermain Brilian di Bernabeu: Barcelona mungkin menjadi yang tertawa di akhir dengan meninggalkan Real Madrid satu poin di akhir musim 2014-15, namun kekalahan 3-1 dari rival mereka pada bulan Oktober membuat nasib Luis Enrique cukup terancam. Pada akhirnya, Carlo Ancelotti yang harus meninggalkan Bernabeu dan digantikan oleh Rafael Benitez.

 

Piala Dunia Antar Klub: Setelah menyapu semua trofi, Barcelona terus menambah koleksi trofi mereka di musim 2015-16. Gelar La Liga dan Copa del Rey dipertahankan serta Barca dimahkotai status Juara Dunia. Suarez sebagai ujung tombak mematikan serangan yang tak tertahankan, mencetak hat-trick dalam kemenangan 3-0 melawan Guangzhou Evergrande sebelum Messi mencetak gol kemenangan melawan River Plate.

 

 

 

Terendah

Anoeta: Kemuliaan yang didapat pada musim 2014-15 dianggap merasot saat Barca kalah 1-0 melawan Real Sociedad di Anoeta. Messi memulai pertandingan La Liga pertama Barca dari bangku cadangan dan dia tidak bisa membalikan hasil di babak kedua. Laporan dari keretakan antara pelatih dan pemain bintang itu mendominasi media. Sebuah keyakinan dari beberapa kalangan adalah Enrique akan memiliki masalah di klub jika terus mencadangkan Messi.

 

Kegagalan di Liga Champions: Barcelona gagal mengalahkan Atletico lebih dari enam kesempatan di musim sebelumnya ketika Luis Enrique mengambil alih. Yang terakhir adalah kekalahan 2-1 di  leg pertama perempat final Liga Champions musim 2015-16 dan Barca membuat peluang bagi tim lawan. Brace Antoine Griezmann memberikan kemenangan 2-0 saat pertahanan Barca terlihat memiliki pertahanan buruk.

 

Pembantaian di Hari Valentine: Ada sedikit “cinta” yang dikirim ke arah Barcelona oleh Paris Saint-Germain bulan lalu. Angel Di Maria mencetak gol melalui tendangan bebas dan Julian Draxler serta Edinson Cavani juga menunjukkan produktifitas. Kabar dari media terus menciptakan spekulasi dan beberapa “kemenangan beruntung” dianggap menjadi pintu awal untuk Enrique meninggalkan raksasa Catalan.