Manchester United dan Manchester City Menjadi Penyumbang Utama Pendapatan di Premier League

Manchester United,Manchester City

BolaSempakManchester United dan Manchester City adalah klub penyumbang terbesar saat tim-tim di Premier League membuat rekor baru dalam hal pendapatan di musim 2015-16, menghasilkan total £ 3.6 miliar.

 

Laporan dari perusahaan penasihat bisnis, Deloitte, menunjukkan pendapatan gabungan naik 9% dari angka di tahun 2014-15, namun beberapa klub mencatat kerugian pra-pajak kolektif sebesar £ 110 juta, sementara laba operasi stabil sebesar £ 0,5 miliar.

 

United kembali ke Liga Champions, ditambah dengan City yang mencapai semifinal kompetisi, termasuk di antara alasan utama klub-klub Premier League mencatat kenaikan pendapatan, sementara biaya upah pemain disorot sebagai salah satu faktor pendorong terbesar untuk catatan kerugian.

 

Dan Jones (mitra dan kepala Kelompok Bisnis Olahraga di Deloitte) mengatakan: “Musim 2015-16 membuat klub-klub Premier League meningkatkan pendapatan hampir 10% menjadi £ 3.6 miliar, dengan dua klub asal kota Manchester bertanggung jawab atas 50% terkait kenaikan pendapatan tersebut.

 

“Keikutsertaan Manchester United di Liga Champions musim 2015-16, ditambah dengan pertumbuhan pendapatan komersial yang kuat, menghasilkan kenaikan pendapatan sebesar 30% menjadi £ 515 juta. Ini membuat mereka berada puncak tertinggi daftar pendapatan versi Deloitte Football Money League untuk pertama kalinya sejak musim 2003-04, dan sebagai klub dengan pendapatan tertinggi di dunia.

 

“Peningkatan distribusi ke klub yang bersaing di Eropa, di bawah siklus hak siaran UEFA yang baru – terutama Manchester City yang mencapai semifinal Liga Champions – juga berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan klub-klub Premier League.

 

“Analisis kami menunjukkan kembali pada kerugian pra-pajak, setelah dua tahun berturut-turut menghasilkan laba sebelum pajak.

 

“Namun, perlu dicatat bahwa ini disebabkan oleh sejumlah biaya” luar biasa”, dan kami sepenuhnya berharap bahwa kesepakatan hak penyiaran tiga tahun di Premier League akan membuat pengembalian tingkat keuntungan di musim 2016-17.”