‘Kami Butuh Lebih Banyak Bantuan’ – Perasaan Pemain Arsenal tentang Situasi Wenger

Dalam sebuah pertemuan di minggu ini, seorang pemain senior Arsenal tiba-tiba bercucuran air mata, tak kuasa menahan rasa tak berdaya dan marah terkait menurunnya performa Arsenal belakangan ini. Hal ini juga mungkin ada kaitannya dengan kabar yang belakangan berhembus mengenai berakhirnya masa pelatihan Arsene Wenger.

 

Ucapan ini disampaikan oleh salah seorang pemain senior di Arsenal ketika mereka sedang berada di ruang ganti, namun tidak sempat diselesaikan ketika sang pemain jatuh dalam rasa haru. Sang pemain merasa begitu terharu melihat kondisi yang harus dialami timnya, meski mereka penuh dengan para pemain berbakat. Ia bahkan berkata bagaimana anak-anaknya bertanya kepadanya perihal penampilan yang begitu buruk dari Arsenal. Pada saat menceritakan kisah inilah, ia mulai tenggelam dalam isak tangis dan rasa haru yang mendalam.

 

Hal ini memang sudah tidak asing lagi. Jika Anda seorang pecinta sepakbola atau mungkin jika Anda pernah bertaruh sepakbola seperti di Betting Top10, Anda pasti sudah tahu perihal menurunnya performa bermain Arsenal secara drastis. Arsenal yang dihuni para pemain berbakat harus berkali-kali menderita kekalahan. Kini, para pemain Arsenal yang mendapatkan giliran menyatakan perasaan mereka terkait kondisi ini kepada media.

 

Salah seorang dari pemain Arsenal pernah berkata bahwa mereka adalah tim yang besar, tapi mereka butuh lebih banyak bantuan dari tim pelatih. Bisa dibilang ketika sang pemain mengatakan hal ini, itu adalah pertama kalinya bagi para pemain Arsenal untuk berkumpul tanpa hadirnya sang pelatih, Wenger.

 

Pertemuan itu sendiri terjadi pada hari Selasa lalu, di hari pertama sesi pelatihan usai kekalahan yang diderita Arsenal dari Manchester City. Pertemuan para pemain di London Colney memang tidak berniat untuk menyerang siapapun, meskipun beberapa pemain terdengar emosional saat menyampaikan pendapat mereka. Pernyataan mereka pun lebih banyak didominasi kerinduan untuk berkarya lebih baik bagi tim dan mendapatkan pelatihan yang lebih baik lagi. Namun, bagi beberapa orang, pertemuan ini sekaligus memberikan tanda bagi Wenger untuk segera berpaling dari klub dan memberikan posisinya bagi pelatih lain.

 

Memang miris rasanya melihat penampilan Arsenal. Namun, untungnya masih banyak pihak yang peduli, termasuk para pemain berbakat dan senior di internal Arsenal sendiri. Seluruh pemain menyatakan kepedulian mereka akan kondisi dan masa depan tim yang mereka bela. Kejatuhan mereka klai ini memang jauh lebih buruk dari segalanya. Arsenal bahkan melewatkan kesempatan untuk membawa pulang gelar juara Liga Champions dan Liga Eropa. Belum lagi kekecewaan para penggemar yang pasti teramat besar melihat kegagalan tim yang mereka dukung.

 

Adapun Wenger sendiri pernah berkata bahwa ia akan turun dari kursi pelatih jika ia merasa tidak lagi mampu mengeluarkan hasil yang terbaik dari masing-masing pemain. Adapun sekarang sejauh yang kita lihat, Wenger sama sekali tidak mampu melakukan hal tersebut dan situasinya berubah semakin parah setiap saat. Klub mengalami kondisi yang paling genting sepanjang sejarahnya dan menuju jurang kehancuran jika tidak diperbaiki segera.

 

Jika dilihat, memang penampilan terakhir Arsenal melawan City terbilang cukup aneh. Arsenal sempat terlihat unggul di babak pertama. Namun entah bagaimana, babak pertama malah berakhir dengan kedudukan 3-0 dengan keunggulan di pihak City. Bahkan para pemula pun tahu betapa tidak menguntungkannya situasi ini dan kecil kemungkinan bagi Arsenal untuk bisa membalikkan keadaan.

 

Kekalahan tragis yang menimpa Arsenal juga mendapat tanggapan beragam dari para pendukung Arsenal. Tidak sedikit dari antara mereka yang mengatakan bahwa Wenger tidak memiliki hak sedikitpun untuk mengenakan kaus pelatih Arsenal.

 

Di lain pihak, bagi City kemenangan dari Arsenal tersebut hanya membuktikan kepiawaian mereka dalam mengolah si kulit bundar dan mengalahkan siapapun yang menghalangi jalan mereka menuju kemenangan. Dengan posisi mereka di puncak klasemen, bukan tidak mungkin bagi City untuk meraih gelar kemenangan tersebut.

 

Namun bagi Arsenal, kekalahan mereka dari City memiliki dampak jauh lebih parah dari yang diduga sebagian banyak orang. Mentalitas para pemain mulai berguguran, bukan hanya disebabkan dari dampak pertandingan, tapi juga dukungan dari para penggemar. Pertandingan yang berlangsung pada cuaca dingin kali itu juga menambah buruk dampak psikologis yang harus diderita para pemain Arsenal. Diperparah dengan ketidakpercayaan mereka pada sang pelatih, kondisi ini memang tidak dapat disangkal lagi sebagai salah satu insiden terburuk yang pernah dialami oleh Arsenal.

 

Pep Guardiola, sesama rekan pelatih seperti Wenger, pernah berkata bahwa terlepas dari kemenangan yang ia dan para pemainnya peroleh, ia tetap menyimpan rasa kagum kepada Wenger. Mereka berdua telah mengukir sejarah lewat berbagai pertandingan yang mereka lakoni. Ia pun mengatakan bahwa Wenger tidak seharusnya disalahkan sendiri atas kejadian ini mengingat situasinya sekarang bisa saja dialami oleh setiap pelatih. Wenger seharusnya diberikan kondisi yang ideal baginya untuk membuat keputusan. Alih-alih mendesak Wenger dan menimpakan kesalahan kepadanya, sudah sepantasnya seluruh pihak mendampingi Wenger untuk melihat situasi secara jernih dan kemudian membuat keputusan yang terbaik bagi semua pihak.

 

Pada akhirnya, keputusan terakhir akan berada di tangan Wenger. Terlepas dari keputusannya untuk bertahan atau hengkang dari klub, masa depan Arsenal akan diputuskan. Manajemen Arsenal memang dikabarkan tengah melirik beberapa kandidat untuk dicalonkan sebagai penerus Wenger. Salah satunya adalah Thiery Henry, sang pemain legenda yang dahulu pernah membela Arsenal. Henry memang secara eksplisit pernah mengatakan bahwa melatih Arsenal adalah salah satu impian yang dimilikinya. Bahkan Pep Guardiola, yang dahulu pernah melatihnya, mendukungnya untuk melakukan hal tersebut, jika memang ia berniat untuk itu. Ini sebenarnya kabar baik untuk pihak Arsenal maupun Wenger sendiri. Dengan catatan penampilannya yang mengagumkan, sang asisten pelatih tim nasional Belgia ini memiliki kemampuan yang cukup untuk didapuk sebagai pelatih. Wenger pun seharusnya, jika ia memilih untuk hengkang, dapat pergi dengan lapang dada mengingat tempat yang ditinggalkannya akan diisi oleh sosok yang tepat.

 

Pergi atau tidaknya Wenger memang santer diberitakan belakangan ini. Beberapa rumor bahkan menyebut musim panas tahun ini sebagai masa terakhir sang pelatih di Arsenal. Jika rumor itu benar, maka pergantian pelatih Arsenal akan menjadi hal yang menarik karena bukan hanya menyangkut sosok berikutnya yang akan duduk sebagai pelatih tim, melainkan juga kita berspekulasi perihal masa depan Wenger di dunia sepakbola. Akankah ia terus melanjutkan karirnya sebagai pelatih ataukah ia akan memutuskan untuk pensiun, setidaknya sementara waktu, dari dunia sepakbola?