Dream Team Barcelona Era Cruyff, Dimanakah Mereka Sekarang ? (Bagian 3, Terakhir)

Dream Team Barcelona, 1991-1992

BolaSempakSetelah membahas 11 pemain yang menjadi starter Barca era Dream Team pada musim 1991-1992, tentunya harus ada pemain yang selalu sedia di bangku cadangan untuk menambah daya gedor atau pengubah hasil pertandingan.

Barcelona pada era tersebut memiliki skuad yang seimbang dan bisa dikatakan kualitas pemain utama dan cadangan sangat tipis, jadi siapa sajakah pemain cadangan tersebut ?

 

ALBERT FERRER

Meskipun Ferrer masih berusia 21 tahun saat bermain di pertandingan final Piala Eropa bersama Nando dan Koeman sebagai pemain bertahan, ia menghabiskan banyak musim di bangku cadangan dan selesai hanya menyelesaikan 15 pertandingan secara total.

Bek kelahiran Barcelona iti meninggalkan klub masa kecilnya untuk Chelsea pada tahun 1998 dan membantu The Blues lolos ke Liga Champions dalam kampanye debutnya di Inggris. Ferrer kemudian pindah ke peran pembinaan setelah mengakhiri karir sebagai pesepakbola profesional pada tahun 2003, kemudian dia menjalankan tugas di Vitesse, Cordoba dan Mallorca dalam waktu singkat.

 

 

ANDONI GOIKOETXEA

Tidak mengherankan jika julukan “Jagal dari Bilbao” disematkan, Goikoetxea memasuki permainan melawan Sampdoria sebagai pengganti di babak kedua. Sekitar sepertiga dari 32 penampilan liga di musim 1991-1992 yang berasal dari bangku cadangan, meskipun ia termasuk dalam starting XI untuk bentrokan melawan Benfica, Sparta Praha dan Dynamo Kiev.

Periode berikutnya dengan Athletic Club dan Osasuna, ditambah karir secara singkat di Jepang dengan Yokohama Marinos, dimana Goikoetxea mengakhiri karirnya pada tahun 1999. Dia kembali ke Osasuna sebagai asisten pelatih tujuh tahun kemudian dan juga menghabiskan musim dalam peran yang sama di Xerez, tapi dia tidak lagi memegang posisi formal dalam sepak bola sejak tahun 2010.

 

JULIO SALINAS

Salinas pensiun dengan catatan yang mengesankan, setelah mencetak 205 gol dalam 533 pertandingan di Spanyol untuk Athletic Club, Atletico Madrid, Barca, Deportivo La Coruna, Sporting Gijon dan Alaves. Dia hanya berhasil mencetak 9 gol di musim 1991/92, namun dengan waktu permainan terbatas karena persaingan yang ketat untuk tempat utama di Camp Nou, Salinas hamya bermain dalam tiga pertandingan La Liga, meskipun ia adalah pemain kejutan di Wembley .

Mantan striker itu pindah ke bidang media setelah gantung sepatu dan saat ini bekerja sebagai komentator di salah satu stasiun televisi Spanyol.

 

JOHAN CRUYFF (PELATIH)

Setelah mewakili Barcelona sebagai pemain pada tahun 1970, Cruyff kembali sebagai pelatih pada tahun 1988 dan memainkan peran utama dalam membentuk klub yang kita kenal sekarang. Sebagai pelatih di masa depan, Guardiola pernah berkata: “Cruyff telah meletakkan tandanya. Dia adalah pelatih terbaik Barcelona sejak mengembalikan atau memperbaiki klub menjadi disegani.”

Legenda sepak bola Belanda itu memenangkan empat gelar La Liga, Piala Eropa dan Copa del Rey selama delapan musim bertugas di Camp Nou. Dia tetap dekat dengan klub berikut kepergiannya pada tahun 1996 dan merekomendasikan sosok Frank Rijkaard dan Guardiola untuk menjadi pelatih selanjutnya, serta dia (Cruyff) sempat menjabat sebagai presiden kehormatan pada Maret 2010, jabatan yang dilucuti oleh presiden Sandro Rosell empat bulan kemudian.

Cruyff meninggal pada Maret tahun lalu setelah mengalami kanker paru-paru. Dia adalah sosok yang berperan penting dalam kesuksesan Barca hingga saat ini.