Dream Team Barcelona Era Cruyff, Dimanakah Mereka Sekarang ? (Bagian 1)

Barcelona Dream Team, 1991-1992

BolaSempakAda 11 pesepakbola yang sangat menentukan pada periode 1991-1992, dimana Barcelona memenangkan La Liga dan Piala Eropa untuk pertama kalinya. Pada era tersebut, raksasa Catalan dilatih oleh Johan Cruyff yang menerapkan gaya bermain Total Football, hal yang menjadi inspirasi terbentuknya permainan khas Tiki-Taka di Era Guardiola.

Tapi diatas semua itu, ada pertanyaan dimanakan para mantan pesepakbola yang sempat membawa Barcelona menjadi Dream Team ? Berikut adalah informasi terakhirnya :

 

ANDONI ZUBIZARRETA

Zubizarreta selalu hadir selama musim 1991-1992 untuk Barcelona, bermain setiap menit dari setiap pertandingan saat menuju gelar La Liga dan Piala Eropa. Pemilik 126 caps internasional Spanyol itu mencatatkan 22 clean sheet di semua kompetisi, sebagai hasilnya, sisi Johan Cruyff memenangkan masing-masing pertandingan dan mengalahkan Real Madrid dan Atletico Madrid untuk menjadi juara.

Zubizarreta menghabiskan empat musim di Valencia setelah meninggalkan Catalonia pada tahun 1998, sebelum menjadi direktur sepak bola Barca pada tahun 2010. Dia meninggalkan peran tersebut lima tahun kemudian dan saat ini menjadi direktur olahraga Marseille.

 

RONALD KOEMAN

Pemain yang memiliki keahlian set-piece, Koeman mencetak gol yang memenangkan Piala Eropa pertama mereka, mengeksekusi tendangan bebas dan melewati kiper Sampdoria Gianluca Pagliuca setelah delapan menit perpanjangan waktu tersisa. Itu adalah salah satu dari 17 upaya yang dia lakukan, 16 tendangan bebas berhasil dieksekusi dalam 35 penampilan La Liga.

Koeman meninggalkan Barcelona untuk Feyenoord pada tahun 1995, sebelum gantung sepatu dua tahun kemudian. Dia kemudian kembali ke Camp Nou sebagai asisten Louis van Gaal dan sejak mengambil alih Vitesse, Ajax, Benfica, PSV, Valencia, AZ, Feyenoord, Southampton dan Everton.

 

NANDO

Meskipun Nando hanya menghabiskan dua musim di Barcelona, ia memainkan bagian integral dalam prestasi klub. Bek asal Spanyol itu kemudian berlabuh di Real Madrid dan Espanyol, bermain 29 kali saat memenangkan La Liga dan juga menjadi bagian saat mengalahkan Sampdoria di Wembley.

Nando pensiun pada tahun 2001 dan belum memiliki banyak keterlibatan dalam sepak bola sejak saat itu.

 

JUAN CARLOS

Juan Carlos bergabung dengan Barcelona dari Atletico Madrid pada musim panas 1991 dan menikmati musim yang paling sukses dalam karirnya. Dia bermain 28 kali di semua kompetisi saat raksasa Catalan menyapu dua gelar penting, termasuk bermain 120 menit di Wembley.

Saat ini, eks pemain Barca tersebut tidak terlibat banyak hal dalam dunia sepak bola.

 

JOSE MARI BAKERO

Bakero memulai karirnya sebagai striker sebelum bermain di lini tengah, dengan Cruyff membuatnya menjadi gelandang sentral pada periode 1991-1992. Dia mencetak 14 gol di La Liga dan Liga Champions musim itu. Dia juga memberikan assist terbanyak di klub saat itu.

Bakero melatih Real Sociedad, Polonia Warsawa, Lech Poznan dan Juan Aurich dalam satu dekade terakhir, sementara ia juga menikmati masa singkat sebagai direktur teknis dari Deportivo La Guaira pada tahun 2015.

 

PEP GUARDIOLA

Ini adalah musim yang menjadi debut Guardiola di Camp Nou, dia menjadi “metronom” lini tengah dan bermain 40 pertandingan di semua kompetisi. Dia memenangkan total 10 trofi besar sebagai pemain Barcelona, dan kemudian dia pindah ke Brescia, Roma, Al-Ahli dan Dorados sebelum akhirnya pensiun pada bulan November 2006.

Ia kembali ke Catalonia untuk mengambil alih tim B tujuh bulan kemudian, setelah itu dia memilki catatan empat tahun yang luar biasa di tim senior yang memberikan tiga gelar La Liga dan dua mahkota Liga Champions. Guardiola terus mendominasi sepak bola Jerman bersama Bayern Munich dan sekarang sedang mencoba untuk melakukan hal yang sama di Inggris sebagai manajer Manchester City.