Catatan Tertinggi dan Terendah Karir Frank Lampard

frank lampard

BolaSempakSalah satu legenda sepak bola Inggris, Frank Lampard, telah mengumumkan pengunduran diri sebagai pesepakbola profesional bulan lalu, mengakhiri karir selama 21 tahun di mana ia memenuhi potensinya dan mengalami mendapatkan banyak keberhasilan.

 

Legenda Chelsea dan Inggris itu memenangkan puncak karir di Premier League sebanyak tiga kali dan memenangkan Liga Champions musim 2011-12. Lampard juga sukses di Piala FA sebanyak empat kali, Piala Liga dua kali serta mengangkat Liga Europa di musim 2012-13.

 

Dia tidak pernah berhasil memenangkan kejuaraan internasional, tetapi dengan 177 gol dan 102 assist dalam 609 penampilan Premier League dan 29 gol dari 106 caps Inggris, Lampard memiliki banyak hal yang bisa dibanggakan.

Berikut adalah catatan karir tertinggi dan terendah seorang Frank Lampard.

 

TERTINGGI

Penentu kemenangan melawan Bolton, berbuah dua gelar

Lampard pindah dari West Ham ke Chelsea pada tahun 2001 dan kedatangan Jose Mourinho di Stamford Bridge mendorong trofi besar pertama dalam karirnya di tahun 2005.

 

Mourinho, bergabung dengan Chelsea setelah membawa Porto menjuarai Liga Champions, mendalangi kampanye yang dominan saat The Blues mengangkat Piala Liga dan unggul 12 poin di puncak klasemen Premier League.

Dan Lampard memainkan peran penting dalam gelar pertama Premier League untuk Chelsea, mencetak 13 gol liga, dan dua gol dalam kemenangan 2-0 atas Bolton Wanderers di Piala Liga.

 

Runnner-up Ballon d’Or

Lampard mendapat pengakuan internasional setelah membantu Chelsea meraih mahkota Premier League perdana.  Dia tepat di belakang Ronaldinho, superstar Barcelona yang saat itu dianggap sebagai pemain terbaik di dunia.

 

Keajaiban di kota Munich

Kemenangan menakjubkan Chelsea pada babak semifinal atas Barcelona di Liga Champions 2011-12 didapatkan, meskipun kapten John Terry mendapat kartu merah pada leg kedua. Hal itu berarti Lampard menjadi kapten untuk malam yang paling terkenal dalam sejarah klub.

Chelsea sekali lagi menjadi underdog melawan Bayern Munich – bermain di stadion Allianz Arena – tapi, setelah Thomas Muller dan Didier Drogba saling baas gol, tim yang diasuh Roberto Di Matteo menang melalui adu penalti.

 

Gol ke-250

Dalam musim terakhirnya di Stamford Bridge, Lampard mencapai tonggak lain dalam kemenangan 3-0 atas Stoke City. Dia mencetak gol ke-250 dalam karirnya.

 

Bela Citizens, dipuji fans Chelsea

Lampard menandatangani untuk New York City setelah hengkang dari Chelsea, tapi dia kemudian pindah ke Manchester City untuk awal musim 2014-15. Dan ia kembali menghantui mantan klubnya dengan mencetak gol penyeimbang 1-1 di Stadion Etihad pada bulan September tahun 2014.

Voli yang dicetak Lampard membatalkan 3 poin milik Chelsea, namun setelah peluit akhir, fans Chelsea justru mengapresiasi permainan Lampard.

 

TERENDAH

Hengkang dari West Ham

Setelah menetapkan dirinya sebagai pemain utama West Ham beberapa tahun sebelumnya, Lampard mengakhiri karir di West Ham dalam keadaan buruk. Performa The Hammers merosot pada musim 2000-01 dan manajer Harry Redknapp – paman dari Lampard – meninggalkan klub pada bulan Mei.

Ayah Lampard, yang telah menjabat sebagai asisten Redknapp, juga berpisah dengan klub. Setelah kritik yang diterima sebelumnya karena berstatus keponakan Redknapp dan anak seorang asisten, Lampard memilih untuk mengakhiri waktu di Upton Park.

 

Gol hantu

Upaya Chelsea untuk meraih gelar Premier League, Piala Liga dan Liga Champions di musim 2004-05 tergelincir dalam suatu keadaan. Lampard mencetak empat gol untuk membantu Chelsea ke semifinal kompetisi kontinental, namun Luis Garcia mengirim Liverpool ke final dengan video replay menyatakan bahwa gol yang dicetak pemain itu tidak melewati batas garis gawang.

 

Pembalasan Jerman

Perdebatan gol yang dicetak Geoff Hurst di kemenangan Piala Dunia Inggris pada 1966 atas Jerman Barat terus berlanjut. Tapi tidak ada argumen atas apakah upaya Lampard di babak 16 besar Piala Dunia 2010 sudah melewati batas gawang.

Jerman menang 2-1, Lampard melakukan tendangan voli dari jarak jauh dan terlihat menembus gawang lawan, tapi sayangnya gol itu tidak dianggap.

 

Mana Frank Lampard ?

Setelah meninggalkan Chelsea, Lampard menandatangani kontrak dua tahun dengan klub berbasis MLS, New York City FC. Dia kemudian bergabung dengan Manchester City pada bulan Agustus sebagai pemain pinjaman, tapi kontraknya berubah menjadi enam bulan.

Pada bulan Desember 2014, Lampard memperpanjang masa tinggal di Stadion Etihad akhir musim, yang berarti ia akan kehilangan awal musim MLS dalam sebuah langkah yang mendorong reaksi kemarahan fans New York City.

Hal itu kemudian mengungkapkan Lampard tidak pernah menandatangani kontrak dengan New York melainkan komitmen tidak mengikat untuk bergabung dengan tim. Dan, meskipun Lampard menegaskan ia akan pindah ke MLS pada akhir musim Premier League, New York menerima ratusan permintaan pengembalian dana tiket musiman dan nyanyian “Di mana Frank Lampard” semakin eksis di Major League Soccer.

 

Tergelincir di Moscow

Hanya sebulan setelah kehilangan ibunya, Lampard berbaris untuk bermain di final Liga Champions 2007/2008 melawan Manchester United.

Seminggu setelah kematian ibunya, Lampard mencetak gol penalti di perpanjangan waktu untuk mengalahkan Liverpool di semi-final dan ia membuat dampak di final, membatalkan gol pembuka Cristiano Ronaldo.

Tapi usahanya sia-sia karena Chelsea dikalahkan melalui adu penalti, Terry tergelincir saat ia mengambil tendangan dalam kondisi hujan lebat.

 

Generasi emas yang terbuang

Dengan orang-orang seperti Lampard, Gerrard, Terry, Ashley Cole dan Michael Owen muncul pada waktu yang sama, serta David Beckham dan Paul Scholes mencapai puncak karir mereka, tim Inggris yang diasuh Sven-Goran Eriksson dari pertengahan 2000-an dijuluki ‘generasi emas’.

Lampard tidak hadir di Piala Dunia 2002 saat Inggris  gagal mencapai semifinal oleh gol tendangan bebas Ronaldinho, namun dia dan Wayne Rooney berada di skuad untuk Euro 2004.

Rooney mencetak empat gol dan Lampard mencetak tiga gol, tetapi Inggris keluar di babak perempat final di tangan Portugal, yang kemudian mengalahkan mereka melalui adu penalti lagi di Piala Dunia 2006 di panggung yang sama.