7 Sejarah Mengejutkan Saat Sebuah Tim Gagal Memenangkan Liga (Bagian 2)

Eropa

BolaSempak Setelah sebelumnya ada beberapa klub seperti Real Madrid, Shelbourne dan Newcastle United yang gagal meraih trofi liga saat hampir meraihnya, berikut adalah empat klub Eropa yang memiliki nasib serupa.

 

Manchester United (1997-1998)

MU menderita kapitulasi menyiksa beberapa tahun kemudian, setelah Arsenal direvitalisasi di bawah era Arsene Wenger. Tim asuhan Ferguson masih unggul 11 poin masuk ke bulan April, dan tampak pasti memenangkan gelar ketiga berturut-turut.

Tapi tantangan gelar mereka mengalami hambatan di bulan Maret saat mendapat lima pertandingan tanpa kemenangan dan tersingkir dari Liga Champions, dan memungkinkan Arsenal untuk mendapatkan kesempatan dalam perburuan gelar. Tim asuhan Wenger memenangkan 10 pertandingan liga berturut-turut untuk merombak posisi MU dengan empat pertandingan tersisa.

 

Inter Milan (2001/02)

Ada beberapa nama bintang di Serie A musim 2001/02. Di kursi pengemudi adalah Hector Cuper yang melatih Inter Milan, menampilkan Javier Zanetti, Clarence Seedorf, Christian Vieri dan Ronaldo. Mereka sudah unggul enam poin dengan lima pertandingan tersisa, tapi mereka juga dikejar oleh Juventus yang diisi David Trezeguet, Pavel Nedved dan Alessandro Del Piero.

Sebenarnya, skuad asuhan Cuper ini tidak melakukan banyak kesalahan dalam lima pertandingan terakhir. Mereka kalah dari Atalanta, tapi mengalahkan Brescia 2-1 sebelum imbang dengan Chievo. Tapi Juventus terus menekan dengan kemenangan beruntun. Pada hari terakhir musim ini, Inter harus mengalahkan Lazio, tetapi mereka kalah 4-2 dan tergelincir ke posisi ketiga. Juve mengalahkan Udinese – kemenangan keenam mereka berturut-turut – untuk mengambil gelar juara.

 

Throttur (2003)

Siapa yang bisa melupakan keruntuhan dari papan atas Islandia? Pada titik tengah dari 18 pertandingan, Throttur dari ibukota Reykjavik dan yang baru dipromosikan, ada di puncak klasemen dengan enam kemenangan dari sembilan pertandingan.

Kliub yang multi-olahraga tersebut menjatuhkan bola pada kesempatan ini, mereka hanya mengambil empat poin dari sembilan pertandingan terakhir.

 

Chelsea (2013/14)

Di musim 2013/14, The Blues unggul sembilan poin dari tim urutan keempat yang diisi Manchester City, yang memenangkan lima pertandingan terakhir di bawah Manuel Pellegrini untuk merebut gelar. Chelsea, sementara itu, telah digagalkan oleh kekalahan melawan Aston Villa, Crystal Palace dan Sunderland dalam sembilan pertandingan terakhir mereka.

Kabar buruknya adalah City mampu bermain konsisten dan mencatatkan kemenangan beruntun, sedangkan Chelsea mengalami penurunan.