7 Sejarah Mengejutkan Saat Sebuah Tim Gagal Memenangkan Liga (Bagian 1)

Eropa

BolaSempakKadang dalam sebuah kompetisi liga, banyak hal yang bisa memprediksi sebuah tim dipastikan memenangkan liga. Hal seperti itu bisa dilihat dari konsistensi pertandingan hingga komposisi dalam tim.

 

Namun juga, ada hal yang bisa membuat prediksi banyak orang meleset dan justru klub yang dianggap tidak mampu bersaing menjadi juara di akhir musim. Kali ini, ada beberapa catatan unik tentang klub apa saja yang dianggap pasti memenangkan kompetisi, tapi harus kecewa di akhir.

 

Real Madrid (2003/04)

Era Galacticos di Real Madrid ditandai dengan jenis pembangunan skuad yang bisa terlihat sebagai ‘tak terkalahkan’. Tapi ketika segala upaya untuk mempertahankan gelar pada tahun 2004, hal itu juga seolah-olah sangat mudah untuk terus meraih kemenangan hingga bosan.

Madrid memiliki para bintang sepak bola yang ada di iklan Pepsi, lengkap dengan Zinedine Zidane, David Beckham dan Ronaldo. Dengan 12 pertandingan tersisa, mereka telah unggul 12 poin dari Deportivo La Coruna yang ada di posisi runner-up, dengan Valencia yang dilatih Rafa Benitez terlihat jauh dibelakang.

Hasil buruk dimulai pada bulan Maret untuk juara bertahan yang dilatih Carlos Queiroz. Mereka hanya mengambil dua poin dari tiga pertandingan pertama dan kalah di final Copa del Rey melawan Real Zaragoza. Yang tampaknya menjadi pemicu keruntuhan menakjubka. Madrid kalah 7 dari 10 pertandingan terakhir, termasuk 5 pertandingan terakhir yang membuat mereka jatuh ke posisi 4. Valencia akhirnya memenangkan gelar La Liga dengan keunggulan lima poin.

 

Shelbourne (2000/01)

Manajer sellau memiliki alasan yang dipertimbangkan. Entah itu penjadwalan, cedera, atau buruknya kinerja wasit. Ketika tim mereka berjuang, selalu ada kambing hitam. Pada tahun 2001, Dermot Keely yang melatih Shelbourne bisa mengarahkan jari pada faktor pemerintah.

Timnya unggul 8 poin dengan 8 pertandingan tersisa di Ireland Premier Division tahun itu.

“Kita bisa melupakan kemenangan liga sekarang,” kata manajer mereka, Roddy Collins.

Begitulah, sampai wabah penyakit kaki dan mulut pada populasi sapi lokal menyebabkan pemerintah menangguhkan semua kegiatan olahraga selama empat minggu.

Ketika pertandingan kembali dimulai, Shelbourne jauh dari bayangan diri mereka sebelumnya. Mereka hanya memenangi 3 pertandingan sisa, sementara Bohemians memenangkan 7 pertandingan dan memenangkan gelar juara.

 

Newcastle United (1995-1996)

Pada titik tengah dari musim 1995-1996 di Premier League, sisi Newcastle telah memimpin 10 poin atas Manchester United yang memiliki image sepakbola menyerang.

Sebuah kekalahan 2-0 di Old Trafford terbukti menjadi titik balik, dan Ferguson (kemudian mendapat gelar kebangsawanan terkait olahraga) mulai mencuatkan sejumlah pemain muda untuk menutup kesenjangan. Sebuah anggapan dimana klub-klub tertentu mungkin tidak berusaha sekeras melawan Newcastle seperti yang mereka lakukan melawan Manchester United membuat Keegan merasa kesal, yang berbicara meledak-ledak dalam sebuah wawancara pasca-pertandingan di Sky Sports.

“Saya akan senang jika kami mengalahkan mereka, tentu saja saya menyukainya,” Keegan mengatakan.

Tapi gelar pertama Newcastle dalam 70 tahun sudah menjauh. Dalam delapan pertandingan antara Februari dan April, mereka kalah lima kali, termasuk kekalahan dari Liverpool. Sementara itu, United memenangkan 13 dari 15 pertandingan terakhir untuk mengirimkan Newcastle ke posisi runner-up.