5 Kandidat Pengganti Thomas Tuchel di Borussia Dortmund

BVB

BolaSempakPeriode kepelatihan Thomas Tuchel untuk Borussia Dortmund berakhir mendadak pada hari Selasa (30/05/2017) karena manajemen Bundesliga itu memutuskan untuk berpisah dengan pelatih tersebut lebih cepat.

 

Mantan pelatih Mainz tersebut membawa Dortmund ke tempat kedua klasemen pada musim pertamanya di Signal Iduna Park, sebelum membimbing mereka ke urutan ketiga meskipun kehilangan beberapa pemain seperti Mats Hummels, Ilkay Gundogan dan Henrikh Mkhitaryan.

 

Untuk menutup semuanya, gelar juara DFB-Pokal dihasilkan oleh pelatih berusia 43 tahun itu BVB mengalahkan Eintracht Frankfurt dengan skor 2-1 di Berlin akhir pekan lalu.

 

Namun, hal itu tidak cukup untuk menyelamatkan pekerjaan Tuchel, karena hubungan burul dengan dewan direktur klub, termasuk CEO Hans-Joachim Watzke, menjadi salah satu penyebabnya, serta dengan sejumlah pemain kunci diduga tidak senang dengan pendekatannya di dalam tim.

 

Tuchel memiliki rasio poin per game terbaik dari semua pelatih Dortmund di Bundesliga, dan mereka menghadapi tugas berat untuk menemukan pengganti yang dapat mengisi kekosongan tersebut, sehingga ada beberapa kandidat untuk posisi kosong bagi sang raksasa Jerman.

 

LUCIEN FAVRE – NICE

Favre memulai karir kepelatihannya Echallens (klub berbasis Swiss) dan juga menikmati periode dengan Yverdon Sport, Servette dan Zurich sebelum melanjutkan karir di Hertha Berlin. Posisi keempat pada musim 2008-09 adalah puncak karirnya di ibukota Jerman, namun ia diberhentikan pada awal musim berikutnya setelah awal yang tidak memuaskan.

Dia kembali ke papan atas Jerman pada bulan Februari 2011 saat dia diangkat sebagai pelatih Borussia Monchengladbach, yang kemudian mengubah BMG menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan dan mencapai kompetisi Liga Champions. Pria berusia 59 tahun itu mengundurkan diri pada awal musim lalu setelah mereka kalah di lima pertandingan awal.

Favre agak mengejutkan menerima pekerjaan sebagai pelatih Nice menjelang musim 2016-17 dan membawa mereka ke posisi ketiga dalam klasemen, di depan para unggulan seperti Lyon dan Marseille.

Dia memiliki kontrak dengan tim Ligue 1 itu sampai 2019, namun sangat terkait dengan Dortmund karena spekulasi meningkat menjelang kepergian Tuchel pada minggu-minggu penutupan musim ini.

 

JULIAN NAGELSMANN – HOFFENHEIM

Nagelsmann telah membangun reputasi sebagai keajaiban dalam peran pembinaan sepak bola Jerman bersama Hoffenheim. Pelatih berusia 29 tahun itu berhasil menembus karir dari pelatih Under-17 ke tim senior, yang mana dia bertugas pada Februari 2016.

Dia secara ajaib mengarahkan klub itu menjauh dari zona degradasi di tahun pertamanya, sebelum benar-benar menunjukkan apa yang dia berikan musim ini.

Hoffenheim berjuang untuk posisi teratas sejak awal musim dan mereka akhirnya mendapat ganjaran dengan posisi keempat di klasemen, cukup untuk lolos ke babak play-off Liga Champions pertama kalinya dalam sejarah klub.

Seperti Favre, Nagelsmann berada di bawah kontrak dengan klubnya saat ini sampai akhir musim 2018-19.

 

PETER STOGER – COLOGNE

Stoger telah bekerja di Cologne sejak Juni 2013 dan telah melakukan pekerjaan bagus dengan mengangkat tim dari 2. Bundesliga menjadi tim papan atas yang stabil selama empat tahun terakhir.

Pelatih berusia 51 tahun itu membawa Cologne meraih gelar 2. Bundesliga di musim pertamanya dan membuat perbaikan dalam tim tersebut setiap tahunnya.

Mereka berada di urutan ke-12 di tahun pertama Bundesliga, kemudian finis ditempat ke-9 pada musim berikutnya dan Stoger melakukan hal yang tidak terpikirkan dalam musim ini dengan membawa mereka ke kualifikasi Liga Europa.

Stoger sebelumnya menikmati kesuksesan di Austria, memenangkan gelar bersama Austria Wien pada musim 2012-13.

 

NIKO KOVAC – EINTRACHT FRANKFURT

Kovac tiba pada bulan Maret 2016 saat Eintracht Frankfurt berusaha menghindari degradasi ke 2. Bundesliga dan mereka akhirnya berhasil setelah mengalahkan Nurnberg di pertandingan play-off degradasi.

Pria berusia 45 tahun itu kemudian membawa timnya mengambil langkah positif musim ini saat mereka memiliki serangkaian penampilan yang sangat mengesankan sebelum jeda musim dingin dan duduk di posisi ketiga setelah 20 pertandingan.

Mereka tergelincir ke papan bawah klasemen pada bulan-bulan akhir musim ini karena mereka mengalami badai cedera, tapi juga mencapai final DFB-Pokal dan harus dikalahkan Dortmund yang memiliki skuad lebih baik.

Mantan pelatih timnas Kroasia itu menandatangani perpanjangan kontrak hingga 2019 di bulan Desember.

 

PETER BOSZ – AJAX

Bosz kembali ke Belanda menjelang musim 2016-17 untuk melatih Ajax setelah berkarir lebih singkat di Maccabi Tel Aviv.

Pelatih berusia 53 tahun ini terkenal dengan gaya permainannya yang menyerang dan meskipun ia sering dikritik karena “taktik kamikaze” yang kurang cocok untuk Heracles dan Vitesse, filosofinya sangat sesuai untuk Ajax, di mana ia dikontrak sampai tahun 2019.

Namun raksasa Amsterdam itu kehilangan gelar Eredivisie, dengan Feyenoord akhirnya menjadi juara, tapi mereka bermain mengesankan saat mengalahkan Schalke dan Lyon dalam perjalanan ke final Liga Europa. Mereka dikalahkan Manchester United pada pertandingan puncak, namun tak ada yang menyangkal bahwa Bosz adalah pelatih yang cukup sukses meskipun gagal meraih trofi.