3 Klub Besar Yang Gagal Memenangkan Premier League di Detik Terakhir

BolaSempak Tottenham mendapatkan kemenangan beruntun dalam sembilan pertandingan musim lalu, namun harus puas dengan finish ditempat kedua karena Chelsea yang akhirnya menjadi juara. Dan berikut adalah tiga klub besar Inggris yang “harus puas” dengan “kegagalan”.

 

1.LIVERPOOL – 2013/14

Ada sedikit di Liverpool yang membuka musim dengan 13 pertandingan mengesankan menjadi petunjuk bahwa mereka akan menjadi favorit untuk memenangkan liga hanya dalam beberapa minggu di musim yang tersisa. Tiga kemenangan beruntun dengan skor 1-0 melawan Stoke, Aston Villa dan Manchester United merupakan awal yang positif, namun pada awal Desember, The Reds hanya unggul tujuh poin setelah kalah dari Southampton, Arsenal dan Hull.

Tapi kemudian semuanya tampak lebih baik dalam kemenangan atas Norwich (5-1), West Ham (4-1), Tottenham (5-0) dan Cardiff (3-1) sehingga banyak yang mengapresiasi kinerja tim asuhan Brendan Rodgers, terutama dengan tiga pemain andalan seperti Luis Suarez, Daniel Sturridge dan Raheem Sterling yang mencetak total 101 gol.

Kemenangan 3-2 atas City menempatkan Merseysiders dalam posisi terdepan untuk merebut gelar liga pertama mereka sejak tahun 1990, namun kekalahan 2-0 dari Chelsea dan bermain imbang 3-3 dengan Crystal Palace membuat Manchester City yang dilatih Manuel Pellegrini merebut gelar Premier League di pekan terakhir.

 

2.CHELSEA – 2007/08

Avram Grant menjadi salah satu sosok yang tidak diinginkan para pendukung untuk berada dalam peran manajerial klub, namun keadaan bisa sangat berbeda sehingga beberapa hasil positif didapat pada musim 2007/08.

Chelsea gagal mengalahkan Manchester United dan Fulham dalam dua pertandingan setelah kepergian Jose Mourinho pada bulan September, yang membuat mereka tertinggal tujuh poin dari Arsenal di puncak klasemen, yang juga memiliki satu pertandingan di tangan. Sejak saat itu, The Blues bermain sangat brilian dan tunduk dari The Gunners pada bulan Desember adalah satu-satunya kekalahan mereka musim itu, karena skuad asuhan Grant memenangkan 22 dari 30 pertandingan tersisa.

Sayangnya bagi Chelsea, 85 poin tidak cukup untuk menggusur posisi Manchester United di tempat pertama, dengan The Red Devils mengakhiri musim dengan keunggulan dua poin dari klub London barat tersebut. United juga unggul atas Chelsea di final Liga Champions yang berlangsug di Moskow dalam fase adu penalti.

 

3.MANCHESTER UNITED – 2011/12

United yang berstatus juara bertahan memulai musim ini dengan lima kesuksesan berturut-turut melawan West Brom (2-1), Everton (3-0), Arsenal (8-2), Bolton (5-0) dan Chelsea (3-0), tapi kekalahan 6 -1 dari Manchester City membuat mereka turun ke posisi kedua pada bulan Oktober. Di situlah mereka bertahan selama lima bulan, sebelum City mengalami sedikit gangguan dan menang dari hanya satu dari lima pertandingan melawan Swansea, Chelsea, Stoke, Sunderland dan Arsenal.

Konsistensi komparatif United membuat mereka unggul delapan poin di puncak klasemen, namun secara tak sengaja mereka membuang semuanya dalam enam pertandingan terakhir. Kalah 1-0 dari Wigan dan City terbukti fatal, tapi mungkin hasil yang paling signifikan adalah hasil imbang 4-4 di kandang Everton, yang memberi tim asuhan Roberto Mancini memiliki harpaan besar jelang derby mendatang.

Manchester United masih memiliki kesempatan untuk merebut trofi pada hari terakhir, namun gol yang dicetak Sergio Aguero melawan QPR membuat harapan kubu Setan Merah musnah.