10 Pesepakbola Yang Terdegradasi, Namun Layak Bermain di Divisi Utama (Bagian 2)

Negredo

BolaSempakMusim 2016/2017 telah berakhir dan sang juara sudah dipastikan. Hal itu juga telah membuat tiga klub terbawa di papan klasemen akhir harus terdegradasi di liga-liga besar Eropa.

 

Namun ternyata, tidak semua pemain yang ada di klub yang harus turun kasta mengalami performa buruk dan bahkan menjadi salah satu pilah di klub tersebut. Bahkan dianggap masih layak bermain di divisi utama. Untuk melanjutkan daftar sebelumnya, siapa sajakah mereka ?

 

 

Marcel Heller (Darmstadt)

Heller pertama kali bergabung dengan Darmstadt saat mereka berada di divisi tiga, sebelum promosi beruntun dan melambungkan Lilien ke Bundesliga pada tahun 2015.

Mereka bertahan tahun pertama mereka kembali di papan atas dengan finish di urutan ke-14, namun musim 2016/17 adalah satu perjuangan panjang dan tim asuhan Torsten Frings akhirnya gagal di bulan Mei.

Heller yang berusia 31 tahun ini seharusnya merupakan target transfer baik untuk Watford maupun Everton.

 

Harry Maguire (Hull City)

Jika Marco Silva ditunjuk di Stadion KCOM pada bulan Juli dan bukan Januari, Hull mungkin akan bertahan di Premier League. Kesalahan itu telah terjadi ketika pria asal Portugal itu datang di Humberside pada pergantian tahun dan dia gagal mempertahankan status The Tiger.

Maguire juga bisa mengikuti manajernya melalui pintu keluar, setelah mendapatkan beberapa pengagum musim ini. Dengan keunggulan fisik dan cukup cepat, bek tengah itu bisa pergi kemanapun jika ada tawaran konkret.

 

Alvaro Negredo (Middlesbrough)

Negredo adalah pemain yang menjanjikan dalam setengah musim yang indah bersama Manchester City pada musim 2013/14, saat ia mencetak 23 gol dalam 33 penampilan sebelum mengalami kemunduran dari bulan Februari dan seterusnya. Dia tidak pernah benar-benar kembali ke tingkat tertinggi sejak itu, tapi 10 gol di semua kompetisi untuk Middlesbrough bisa menjadi perhatian.

Negredo masih dimiliki oleh Valencia namun tidak mungkin memiliki masa depan di Mestalla. Galatasaray sangat terkait erat dengan jasanya.

 

Faitout Maouassa (Nancy)

Maouassa masih berusia 18 tahun, tapi sudah hampir dua tahun sejak dia melakukan debut untuk Nancy. Pemain serbaguna itu sering di pos bek kiri, sebagai pemain sayap kiri dan di lini tengah les Chardons pada musim 2016/17.

Memiliki keunggulan dalam hal kecepatan, Maouassa (yang baru saja mewakili Prancis sebagai bek kiri di Piala Dunia U-20) juga unggul dalam kepemilikan bola. Dengan Nancy akan bermain di Ligue 2, mereka mungkin terpaksa mendengarkan tawaran untuk bintang muda mereka.

 

Rade Krunic (Empoli)

Ada persaingan sengit antara Crotone dan Empoli untuk bertahan di papan atas Serie A, namun enam kemenangan dari sembilan pertandingan Crotone mengakhiri harapan Empoli,, dan akhirnya klub berjersey biru itu harus kembali ke Serie B.

Tapi apakah Krunic akan bergabung dengan mereka di Serie B adalah masalah lain. Gelandang berusia 23 tahun itu merupakan salah satu pemain terbaik Empoli musim ini dan bisa pergi dari status degradasi mereka.