10 Pesepakbola Yang “Mencintai” Degradasi (Bagian 1)

Rob Green

BolaSempakBeberapa pesepakbola tentu mengidam-idamkan bermain di level tertinggi, selain untuk berkarir lebih baik, tentu juga dengan gengsi yang tinggi. Dengan begitu, maka peluang untuk mendapatkan kesempatan bermain di level internasional semakin meningkat.

 

Tapi ternyata ada beberapa pesepakbola yang justru “akrab” dengan degradasi, entah itu karena penampilannya sendiri, rekan setim, pelatih atau klub. Yang jelas berikut adalah pesepakbola yang dianggap “mencintai” degradasi.

 

1.ROB GREEN

Kiper veteran seperti Rob Green telah terdegradasi dengan tiga dari empat klub yang dibelanya. Kejatuhan pertamanya datang bersama Norwich pada musim 2004/05, sebelum ia mengalami nasib serupa di West Ham pada musim 2010/11 dan dua kali di QPR pada musim 2012/13 dan 2014/15.

Green, yang akan selamanya dikecam karena pertandingan melawan Amerika Serikat di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, kini memulai karirnya di Championship dengan Leeds, yang nyaris absen dalam babak play-off musim ini.

 

2.STEVEN CAULKER

Caulker, produk dari akademi Tottenham, tampil mengesankan pada debut di Premier League dengan Swansea di musim 2011/12. Sejak saat itu, karir bek tengah itu telah dihantui oleh berbagai masalah cedera dan degradasi.

Kepindahannya ke Cardiff City pada musim 2013/14 tidak berjalan dengan baik, karena Blue Birds turun kasta. Sebuah langkah ke QPR di musim berikutnya membawa hasil yang sama. Caulker kemudian menghabiskan waktu dipinjamkan ke Southampton dan Liverpool, di mana dia kadang-kadang digunakan sebagai striker darurat.

 

3.MARCUS BENT

Sebelum sebuah insiden di mana Bent menerima hukuman penjara 12 bulan yang ditangguhkan karena melakukan remonstasi dengan petugas polisi dia adalah striker yang bisa diandalkan.

Bent mencetak total 40 gol di Premier League, mewakili 16 klub profesional sepanjang karirnya dan terdegradasi dalam empat kesempatan. Di samping Hreidarsson, striker itu turun kasta dengan Crystal Palace dan Ipswich, sebelum menyusul dengan kekecewaan di Leicester dan Charlton.

 

4.DAVID WETHERALL

Prestasi Wetherall terjadi pada musim 1999/2000, ketika golnya terbukti menentukan saat Bradford mengalahkan Liverpool untuk tetap berada di Premier League. Tapi selain saat yang menggembirakan itu, milenium baru merupakan mimpi buruk bagi bek tersebut.

Wetherall tetap menjadi pelayan setia di Valley Parade, namun klub tersebut turun dari tingkat atas pada tahun 2001 hingga ke kasta keempat pada tahun 2007. Bek tengah tersebut menghasilkan lebih dari 300 penampilan untuk klub berbasis Yorkshire, yang secara singkat menjadi manajer sementara pada 2007 saat Colin Todd dipecat.

 

5.PAUL DOUGHERTY

Dougherty memiliki catatan yang buruk karena telah terdegradasi selama tiga musim berturut-turut saat berada di klub yang sama. Pemain tengah itu bermain secara sporadis selama membela Wolves ketika turun kasta antara 1984 hingga 1987. Dia bergabung dengan rekan setimnya di Wolverhampton Geoffrey Palmer.

Dougherty menghabiskan sebagian besar sisa karirnya di AS, di mana ia mengambil pekerjaan lain setelah bermain untuk 16 tim yang berbeda.