10 Pesepakbola Yang “Dimusuhi” Oleh Rekan Satu Timnya (Bagian 2)

Soccer

BolaSempakDalam dunia sepak bola, ada beberapa hal yang mungkin kita tidak ketahui, khususnya apakah seorang pesepakbola tidak disukai oleh salah satu atau bahkan rekan-rekan satu tim.

 

Hal semacam ini bisa menjadi penghambat karir atau juga menjadi pemicu masalah internal di ruang ganti, jadi siapa sajakah pesepakbola yang pernah berseteru dengan rekan setim dan bahkan sampai dijual ke klub lain ?

 

6.Stan Bowles vs Martyn Busby

Legenda QPR tahun 1970-an, Stan Bowles, tidak menunjukkan rasa hormat kepada striker cadangan seperti Martyn Busby.

“Saya mengerti, Stan,” Busby yang kebingungan pada babak pertama dalam suatu pertandingan. “Anda ingin saya terus membuat umpan ini berjalan. Itukah sebabnya Anda tidak memberi saya bola ? ”

Namun Bowles menjawab sambil berjalan: “Kami tidak akan memberikan Anda bola, Anda hanyalah omong kosong.”

 

7.”Dia bermain saat dia ingin”

Saat menyerang Kevin Campbell dan Colin Cooper yang merupakan rekan satu timnya, Pierre van Hooijdonk meminta dijual oleh Nottingham Forest yang baru dipromosikan pada Agustus 1998. Namun permintaan itu ditolak, dia mogok selama tiga bulan.

Gol pertama pemain asal Jerman itu terjadi pada pertandingan derby di bulan November, namun rekan satu timnya lebih memilih untuk merayakannya dengan Scot Gemmill, dan Pierre benar-benar terlihat diasingkan.

 

8.Kapten yang diasingkan

Ada masalah emosi yang cukup tinggi di skuad timnas Zaire dalam turnamen Piala Dunia tahun 1974 setelah mengalami kekalahan 9-0 dari Yugoslavia. Hal itu semakin memburuk saat anggota tim menuduh Kidumu Mantantu dengan sengaja melepaskan umpan dengan lebih kencang sehingga terlihat buruk dalam pertandingan. Setelah penyelidikan internal, Mantantu yang merupakan kapten tim Zaire dijauhi rekan-rekannya dan berlatih sendirian.

 

9.Sammer dan kepemimpinan yang dibenci

Pada tahun 1980-an, kualitas kepemimpinan apa pun di sepak bola Jerman Timur tidak disukai. Jadi ketika pemain muda Dynamo Dresden, Matthias Sammer, mulai memerintah dan membujuk rekan setimnya, skuad tersebut membuat aksi balas dendam pada gelandang pemberontak tersebut dengan memberikan satu set sepatu sepak bola baru yang berukuran tiga kali terlalu besar dan dianggap sebagai bentuk pelecehan.

 

10.Ego terbesar

Mantan bek tengah Barcelona, Rafa Marquez, tidak banyak membantu rekan-rekannya di New York Red Bulls selama periode dua tahun.

“Sayangnya tidak ada tingkat yang sama antara Thierry Henry dan saya sendiri, dan juga rekan satu tim kami,” katanya pada tahun 2011, yang membuat karirnya di MLS semakin terhimpit.

Setelah tidak ada diskusi di ruang ganti, dia dijual ke klub Meksiko, Leon, pada tahun 2013. Dan tak ada satupun mantan rekan setimnya yang mengcapkan selamat tinggal.