10 Pertandingan Final Piala FA Terunik (Bagian 1)

FACup

BolaSempakPiala FA adalah turnamen sepak bola tertua yang berlangsung di Inggris, dan ternyata ada beberapa hal unik dalam pertandingan final kompetisi tersebut.

 

1.Menang Karena Sistem ‘Bye’ (1872)

Musim perdana Piala FA menyoroti beberapa keanehan sepakbola. Pertama, semifinal dan final dimainkan di Kennington Oval, yang sekarang lebih dikenal sebagai tempat kriket.

Semifinal kedua melibatkan Glasgow Queen’s Park, dimana Asosiasi Sepakbola Skotlandia tidak melarang anggota mereka berpartisipasi kompetisi negara lain sampai tahun 1877. Namun, Queen’s Park mencapai semifinal tanpa benar-benar bermain, berkat undian dansistem bye.

Ketika akhirnya Glaswegia menghadapi Wanderers, 2.000 penonton menyaksikan hasil imbang 0-0 yang merupakan bukti ketajaman taktis dan defensif Queen’s Park.

Namun, karena tidak mampu membayar ongkos kereta api untuk mengulanginya, orang-orang dari Skotlandia kemudian menarik diri dari kompetisi dan membuat Wanderers menang secara langsung.

 

2.Pulihnya Setan Merah (1958)

“Sebagai refleksi, ini adalah keajaiban bahwa kami dapat menempatkan tim yang setengah layak di Piala FA tahun itu,” kata pelatih Manchester United saat itu, Jimmy Murphy.

Hanya 44 hari setelah kecelakaan udara di Munich, tim lapis kedua United berhasil bermain imbang 2-2 di semifinal melawan Fulham di Villa Park. Empat hari kemudian di Highbury, mereka entah bagaimana berhasil menang dengan skor 5-3.

Pertandingan kedua di Highbury adalah pertempuran sengit. United memimpin 3-0 sebelum Cottagers yang terinspirasi Johnny Haynes menyamakan kedudukan, namun The Red Devils akhirnya keluar sebagai pemenang.

“Tentu saja, saya sangat senang bisa mencapai final. Tapi mengingat apa yang terjadi, tidak ada fans sepak bola yang percaya United melaju ke Wembley. Ini menjadi salah satu comeback sepakbola yang paling luar biasa,” Murphy mengakhiri.

 

3.Super Spurs (1962)

“Ada beberapa hal menarik yang ada dalam pertandingan ini,” manajer Tottenham saat itu, Bill Nicholson mengatakan.

“Pertandingan semifinal Piala FA pada tahun 1962 melawan Manchester United yang baru kembali muncul di Hillsborough menyajikan kesempatan sempurna untuk membuktikan bahwa mereka tetap menjadi daya tarik utama di awal 1960-an, meski sedang dalam proses kehilangan gelar liga (yang akhirnya dimenangkan oleh Ipswich sebagai debutan papan atas).

Tepatnya, Greaves membuka skor setelah empat menit kick-off, dan Cliff Jones memanfaatkan umpan silang John White untuk menempatkan Spurs unggul 2-0 saat jeda istirahat. Meskipun serangan David Herd memberi harapan kepada United, Spurs segera menyelesaikan masalah ini, seperti yang dijelaskan oleh reporter kontemporer Alan Hoby: “Memindahkan bola dengan kecepatan tinggi, membuang-buang waktu dengan rasa tidak peduli, mereka memasang serangan perlahan namun menakjubkan di sayap kanan”

Dan akhirnya sundulan Terry Medwin ke gawangnya sendiri menandai akhir bagi sisi United, dimana Spurs berhasil memenangkan final dengan skor 3-1.