10 Pemain Yang Sukses Meskipun Berstatus Free Transfer (Bagian 1)

Free Transfer

BolaSempakDalam dunia sepak bola, transfer pemain adalah salah satu yang menjadi penentu untuk kesuksesan sebuah klub.

 

DI era sekarang ini, banyak pesepakbola yang belum cukup terbukti kemampuannya dibeli dengan harga tinggi dan berakhir dengan kegagalan, meskipun ada juga yang meraih kesuksesan dan sesuai harapan.

 

Namun di sisi lain, ada juga pesepakbola yang berstatus free transfer justru menjadi andalan dan faktor kesuksesan di sebuah klub. Jadi siapa sajakah mereka ?

 

1.Roberto Baggio (Milan ke Bologna,1997)

Keahilan “The Divini Ponytail” tampak semakin berkurang saat ia meninggalkan Milan pada tahun 1997, sangat terasa sehingga Carlo Ancelotti yang melatih Parma melewatkan kesempatan untuk menandatanganinya pada musim panas itu.

Bologna melangkah masuk dan memberikan beberapa pertunjukan menakjubkan di musim berikutnya: Baggio mencetak 22 gol dan memberikan 6 assist saat klub hampir terdegradasi naik ke posisi 8 klasemen. Penampilan playmaker tersebut menjadi pintu untuk masuk skuad Italia pada Piala Dunia 1998 dan juga direkrut Inter Milan.

 

2.Steve McManaman (Liverpool ke Real Madrid, 1999)

McManaman sangat dikritik karena menandatangani perjanjian pra-kontak dengan Los Blancos di tengah musim 1998/99, namun keputusannya untuk hengkang dari sisi Merseyside ke Madrid cukup dibenarkan. Raul sendiri sempat mengatakan bahwa McManaman telah membuat kesalahan karena memilih Madrid sebagai tujuan selanjutnya.

Namun pemain internasional Inggris itu tidak butuh waktu lama untuk membuktikan kemampuannya di Bernabeu, membantu klub tersebut mengklaim mahkota La Liga dan dua Liga Champions dalam empat musim.

 

3.Gary McAllister (Conventry ke Liverpool, 2000)

Banyak yang heran ketika The Reds menambahkan pemain gratisan berusia 35 tahun ke skuad mereka pada tahun 2000, namun McAllister membuktikan bahwa dia cukup memiliki kemampuan mengisi lini tengah tim yang dipimpin Gerard Houllier dan memenangkan Piala UEFA dan Piala FA pada musim perdana.

Mantan pemain Leeds itu membuat 49 penampilan di semua kompetisi tahun itu, mencetak gol penting melawan Everton, Barcelona dan Alaves, dan melangkah sebagai pemimpin di lini tengah.

 

4.Sol Campbell (Tottenham Hotspur ke Arsenal, 2001)

Sebuah transfer bebas yang menimbulkan reaksi berbeda pada kedua sisi membuat perpecahan di London utara. Produk akademi sekaligus kapten Tottenham, Campbell, mengejutkan Premier League saat dia hengkang ke Arsenal di tahun 2001.

Kemarahan pendukung Spurs tidak pernah benar-benar mereda (selama bertahun-tahun Campbell menjadi sasaran ejekan dan ejekan yang melampaui batas), tapi bek tengah Inggris tersebut memastikan bahwa dia tidak menyesal atas kepindahan tersebut dengan memenangkan dua gelar liga dan tiga Piala FA selama lima tahun bersama The Gunners. Dia juga mencetak gol pembuka di Final Liga Champions 2006, sebelum Barcelona bangkit dari ketinggalan untuk mengangkat trofi itu di Paris.

 

5.Jay-Jay Okocha (PSG ke Bolton, 2002)

Sam Allardyce mengumpulkan cukup banyak pemain berkelas di Stadion Reebok pada pertengahan tahun 2000an, namun Okocha (di depan Fernando Hierro, Ivan Campo dan Youri Djorkaeff) adalah penandatanganan asing yang diingat oleh penggemar Bolton.

Mantan pemain tim nasional Nigeria itu adalah penghibur alami yang memasok banyak trik di sepak bola Inggris. Dia berhasil membawa Bolton ke papan atas Premier League dan mencapai babak sistem gugur Piala UEFA pada musim 2005/06.