Simeone Puji Performa Atletico

BolaSempak Diego Simeone memuji kualitas pertandingan Atletico Madrid setelah mereka berhasil bermain imbang 2-2 melawan Girona sebagai pendatang baru di La Liga, kendati Antoine Griezmann diusir dari lapangan.

 

Gol cepat dari Cristhian Stuani membuat Atletico terkecoh dan kartu merah untuk Griezmann di menit ke-67 tampaknya membuat nasib mereka buruk malam tadi. Tapi aksi Angel Correa sebagai pemain pengganti dan upaya Jose Gimenez  yang memanfaatkan tendangan bebas Koke membuahkan hasil.

 

Namun Atleti berhasil mementahkan upaya Olarenwaju Kayode di saat terakhir, dimana Jan Oblak bermain gemilang dan Simeone merasa puas mengingat apa yang terjadi selama pertandingan dan hal itu diungkap pada konferensi pers pasca pertandingan.

 

“Pada saat skor berubah 2-0, banyak orang mengira pertandingan usai, terlebih lagi dengan 10 pemain,” katanya. “Kami tidak pernah menyerah. Kami mendapat hasil yang terlihat tidak mungkin.

 

“Tidak ada yang memberi Anda sesuatu keuntungan di sini. Tim yang baru dipromosikan selalu membuat pertandingan sangat tidak nyaman. Itu karena motivasi mereka sangat besar dan ingin memastikan diri layak di liga ini.”

 

Simeone tidak ingin memikirkan atau berspekulasi mengenai alasan yang tepat untuk kartu merah yang didapatkan Griezmann dalam 253 pertandingan La Liga.

 

“Saya belum berbicara dengannya,” katanya, menolak berkomentar lebih jauh. “Tapi akan ada yang diperjelas mengenai insiden pertandingan tadi.”

 

Sementara terlihat antusias untuk memuji kinerja timnya, kegagalan Girona di akhir pertandingan membuat Pablo Machin (pelatih Girona) kecewa.

 

“Saya tidak senang, hasil imbangnya tidak banyak membantu saya,” katanya, setelah menyoroti kelelahan sebagai faktor bagi anak buahnya bermain buruk jelang akhir pertandingan.

 

“Kami pantas memenangkan pertandingan, kami telah menciptakan peluang melawan tim kuat seperti Atletico. Ini adalah cara untuk melangkah. Meski belum menang, kami adalah tim baru dan pertandingan ini memberi kami kepercayaan diri untuk terus berkarya.

 

“Saya hanya menerima hasil imbang ketika saya merasa tim saya pantas kalah. Saya tidak merasa seperti itu hari ini.”