Pique Balas Kritikan Sacchi dan Domenech

Gerard Pique

BolaSempak Gerard Pique mengecam kritik terhadap Barcelona berikut ‘comeback ajaib’mereka di Liga Champions, yang dilontarkan oleh Arrigo Sacchi dan Raymond Domenech.

 

Di ambang eliminasi di babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak 2007, Barca menghapus defisit 4-0 yang ada di leg pertama saat klub raksasa Spanyol itu membuat Paris Saint-Germain bergeming dengan skor 6-1.

 

Mantan pelatih AC Milan, Sacchi, mengklaim Barca telah kehilangan gaya dan prinsip-prinsip mereka setelah kekalahan di Paris bulan lalu, sementara mantan pelatih timnas France Raymond Domenech mengatakan juara bertahan La Liga itu adalah bayangan tim yang telah mendominasi Eropa serta mengkritik Lionel Messi dan Andres Iniesta.

 

Setelah membantu Barca menyelesaikan comeback terbesar dalam sejarah Liga Champions, Gerard Pique tidak menahan respon dari segala keraguan terhadap timnya.

 

“Ini adalah prestasi bersejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Pique. “Comeback melawan Gothenburg tidak sebesar ini, maupun Iniesta (gol melawan Chelsea) atau Bakero di Kaiserslautern. Ini adalah yang terbesar. Ada perbandingan yang terlihat jelas.

 

“Ada banyak orang yang pernah mencoba untuk mengubur kami, pelatih seperti Sacchi dan Domenech. Suatu hari kami akan turun tahta karena dilempar pernyataan-pernyataan merugikan, tapi kami masih ada.

 

“Mereka yang tidak ingin melihat kami bahagian tentu tidak akan memiliki hari yang baik, tapi matahari akan kembali.”

 

Ada kekacauan di lapangan dan di tribun saat Sergi Roberto mencetaj gol kemenangan pada menit ke-95 di Camp Nou. Sebelumnya Neymar menkonversi gol pada menit ke-88 melalui tendangan bebas dan penalti di menit pertama injury time setelah gol balasan Edinson Cavani sempat membuat skor menjadi 3-1.

 

“Pada saat skor menjadi 3-1, itu semua terasa rumit, tapi kemudian datang keajaiban. Pada menit ke-87, para penggemar bisa meninggalkan kami. Tapi, tidak ada yang bertindak seperti itu. Mereka terjebak dengan tim ini dan layak diberikan apresiasi,” kata Pique.

 

“Saya tidak ingin menempatkan tekanan dengan berbicara tentang keinginan untuk memenangkan treble sekarang ini. Kami satu-satunya tim di negara ini yang mampu melakukannya.”