Nagelsmann Bertahan di Hoffenheim, Kecuali …

Julian Nagelsmann

BolaSempakSetelah dinominasikan sebagai pelatih masa depan yang potensial, Julian Nagelsmann, bersikeras dia akan tetap di Hoffenheim musim depan, meski sambil bercanda dia mengaku bisa mendengarkan sebuah pendekatan dari Real Madrid.

 

Masih berusia 29 tahun, Nagelsmann telah memimpin Hoffenheim ke posisi keempat klasemen Bundesliga, dengan tim bisa memastikan tempat untuk kualifikasi Liga Champions.

 

Eksploitasi tersebut telah membuatnya memikat beberapa pihak dari tim yang lebih besar, namun mantan pemain akademisi Bavaria dan Augsburg 1860 itu – yang karirnya terputus karena cedera – tampaknya bertekad untuk tinggal di Rhein-Neckar-Arena, setidaknya sampai kontraknya berakhir.

 

“Tentu saja ada banyak spekulasi dan saya juga memiliki agen yang tidak menyampaikan setiap pertanyaan,” kata Nagelsmann kepada Sky Sports.

 

“Setiap klub tahu saya punya kontrak sampai 2019. Tentu ada kepentingan, tapi saya belum berbicara dengan tim manapun.

 

“Sekali lagi, musim depan saya adalah pelatih kepala Hoffenheim. Dan hal itu adalah sesuatu yang membanggakan bagi saua, untuk karir saya dan kesempatan yang diberikan.

 

“Jika minggu depan Real Madrid memanggil dan menginginkan saya, maka saya mungkin akan meminta pendapat (pemilik Hoffenheim) Dietmar Hopp jika dia mengizinkan saya pergi, tapi mereka tidak akan meneleponnya untuk hal seserius itu.”

 

Tanggapan Nagelsmann yang berkepala dingin untuk meneliti masa depannya menyusul sambutan dari pelatih tim nasional Jerman, Joachim Low, membuka pintu sebagai penerus potensial.

 

“Mungkin dia akan menjadi pelatih nasional suatu hari nanti,” Low kepada Bild.

 

“Dia memiliki banyak kompetensi, empati, dan hubungan yang baik dengan para pemain, jika dia terus berjalan seperti yang telah dia lakukan sejauh ini, saya yakin dia akan menjadi pelatih hebat.

 

“Dia membuat Hoffenheim menjadi kandidat untuk Piala Eropa setelah bertahun-tahun melawan degradasi, mengembangkan pemain dengan baik dan mengintegrasikan orang lain yang tidak memiliki kesempatan di tempat lain. Saya pikir banyak hal yang dia miliki.

 

“Hal semacam ini juga unik dan baiknya dipertahankan. Karena masa depan tim ini ataupun klub dari negara ini bisa berintegrasi.

 

“Dengan usianya saat ini, dan juga pengalamannya, saya memiliki keyakinan apa saja hal yang membuat seorang pelatih menjadi lebih hebat dan disegani.”