Iniesta Diinginkan Klub-Klub Besar Australia ?

Andres Iniesta

bolasempak.com Andres Iniesta menarik minat beberapa klub A-League, tetapi mereka akan mendapat bantuan terbatas dari Federasi Sepakbola Australia (FFA), menurut David Gallop yang merupakan kepala eksekutif dari badan sepakbola negara tersebut.

 

Iniesta yang menginjak usia 33 tahun, akan meninggalkan juara La Liga setelah 16 musim berkarir dan mendapatkan berbagai trofi bergengsi dengan klub masa kecilnya.

 

Pemain internasional Spanyol itu awalnya dirumorkan pindah ke China, tetapi ketidakpastian masih mengelilingi masa depannya, dengan Australia dan Jepang juga dijadikan tujuan yang potensial.

 

Gallop menegaskan ada beberapa klub A-League yang tertarik pada Iniesta, sementara menerima ada banyak persaingan untuk mendatangkan bintang kelas dunia tersebut.

 

“Saya tidak akan menyebut siapa saja (nama klubnya), tetapi saya mengerti klub-klub A-League telah menyatakan minatnya dan itu adalah awal,” katanya dalam konferensi pers, dikutip ESPN (11/5/2018).

 

“Dia akan mendapat tawaran dari seluruh klub besar, tetapi A-League menawarkan kompetisi yang hebat untuk dimainkan.

 

“Disini juga menawarkan gaya hidup ala  dan kami melihat perkembangan dengan (mantan bintang Sydney FC Alessandro) Del Piero dan yang lainnya adalah tentang daya tarik.”

 

Iniesta menegaskan pada hari Rabu bahwa “semua kemungkinan terbuka”, meskipun ia telah mengesampingkan pindah ke klub Eropa lainnya.

 

Apakah klub A-League mampu merekrut Iniesta masih dipertanyakan dan Gallop mengkonfirmasi FFA hanya akan berkontribusi pada sebagian dari upah bintang yang didatangkan.

 

“Tentu saja setiap pertandingan memiliki banyak mulut untuk diberi makan dan itu akan membutuhkan investasi yang signifikan, terutama dari salah satu klub kami,” tambahnya.

 

“Tapi kami punya sejumlah dana yang tersedia dan jika kami dapat berkontribusi, maka kami pikir itu adalah uang yang dihabiskan dengan baik.”

 

Kemudian juga, Gallop ditanya apakah ada peluang lain untuk klub-klub A-League mendatangkan marquee player, dimana strategi itu dibuat untuk menaikkan pamor kompetisi seperti yang terjadi di beberapa liga di Asia lainnya.

 

“Mungkin saja,” Gallop menjelaskan. “Kembali lagi ini akan memakan biaya dan kami harus memastikan setiap klub siap untuk beban yang satu ini, mungkin dengan menerapkan aturan biaya dan juga kuota.

 

“Yang jelas kami ingin kompetisi ini semakin baik tanpa harus membuat salah satu pihak bangkrut atau terjebak masalah baru.”