Figo Dukung Coutinho Berkarir di Barcelona

bolasempak.com Menurut Luis Figo yang merupakan mantan pemain Barcelona, Philippe Coutinho memang layak pindah ke klub tersebut.

 

Transfer Coutinho dari Liverpool ke Barca selesai pada 6 Januari lalu, dengan pimpinan klasemen La Liga itu kabarnya berani membayar £ 106 juta di awal yang bisa naik hingga £ 142 juta terkait beberapa kesepakatan dari transfer tersebut.

 

Figo berada di Inter ketika mereka menandatangani Coutinho pada tahun 2008, meskipun dia dipinjamkan kembali ke Vasco da Gama dan tidak pernah bermain dengan legenda Portugal itu di San Siro.

 

Dan Figo, yang secara kontroversial meninggalkan Barca untuk Real Madrid pada tahun 2000, merasa senang bahwa pemain berusia 25 tahun itu telah menggapai mimpinya ke Camp Nou.

 

Dan saat berbicara di Abu Dhabi Invitational 2018, Yas Links Golf Club, Abu Dhabi, mantan peraih Ballon d’Or tersebut mengatakan kepada Omnisport: “Sepakbola telah banyak berubah, jumlahnya berubah banyak.

 

“Saya senang dengan apa yang dimiliki Coutinho karena saya bertemu dengannya di Inter, saya tidak bermain dengan dia tapi dia anak yang baik. Dia pantas sukses dan bahagia, jadi saya berharap yang terbaik karena dia pantas mendapatkannya.”

 

Coutinho tidak bisa bermain untuk Barca di Liga Champions musim ini karena sudah melakukannya untuk Liverpool.

 

Skuad asuhan Jurgen Klopp adalah satu dari lima tim Premier League yang lolos dari babak sistem gugur kompetisi papan atas Eropa, memberikan dukungan bahwa tim berbasis Inggris bisa mengangkat trofi tersebut untuk pertama kalinya sejak 2012 silam.

 

Figo juga membahas tentang pencapaian tim-tim Premier League dan mengatakan: “Di Liga Champions, mereka melakukannya dengan cukup baik sampai sekarang, yang menunjukkan potensial olahraga, potensi finansial dan tentu saja yang membantu Anda membuat tim yang lebih kuat.

 

“Mari kita lihat apa yang terjadi di akhir kompetisi, tapi mereka melakukannya dengan sangat baik sampai sekarang ini. Dan perlu diingat juga, tensi setiap pertandingan Liga Champions sangat berbeda dengan yang lainnya.

 

“Bahkan tim yang diunggulkan sekalipun bisa mendapat kekecewaan besar, kita bisa lihat hal semacam itu di beberapa final.”