Benzema Mengaku Tak Terpengaruh Ejekan: “Pemain Hebat Selalu Dikritik”

bolasempak.com Karim Benzema tidak membiarkan ejekan yang diarahkan kepadanya oleh penggemar Real Madrid membuatnya jatuh, mengatakan bahwa “orang selalu mengkritik pemain hebat”.

 

Benzema memiliki periode yang sulit dengan Real Madrid, hnaya mencetak 5 gol dalam 26 penampilan La Liga sepanjang musim ini.

 

Angka tersebut semakin memburuk pada hari Minggu ketika Casemiro mencetak gol penentu disaat Benzema menjadi starter dan gagal membuat kontribusi nyata.

 

Sebagai hasil dari penampilannya itu, Benzema harus menghadapi ejekan dari para pendukung Real Madrid yang menuntut banyak hal dari striker asal Prancis tersebut.

 

Namun dia mencoba untuk tidak fokus pada apa yang menimpanya, sekaligus yakin bahwa dia masih merupakan pemain penting dari skuad asuhan Zinedine Zidane.

 

“Saya bermain sepakbola dan saya mencoba membantu rekan tim saya dan memenangkan segalanya untuk menang,” kata Benzema kepada Vanity Fair (18/4/2018).

 

“Yang tidak saya sukai adalah ketika orang-orang menyerang saya ketika saya bermain bagus, bahkan jika saya tidak mencetak gol. Saya bermain untuk orang-orang yang menghargai apa yang saya lakukan di lapangan.

 

“Mereka yang datang ke stadion untuk bersiul, biarkan saja mereka bersiul. Saya tidak akan mengubah pendapat mereka.

 

“Orang-orang selalu mengkritik pemain hebat. Kami (pemain bola) menjual berita. Saya tidak perlu membaca apa yang dihasilkan pers untuk mengetahui kapan saya memiliki penampilan yang buruk.”

 

Presiden Los Blancos Florentino Perez membantu Benzema saat menjalani masa-masa sulit, yang mengatakan bahwa dia memiliki ikatan erat dengan pria 71 tahun itu.

 

“Rasanya seperti mimpi saat bertemu seseorang seperti dia (Florentino Perez),” Benzema menambahkan. “Dia sangat tenang dan sangat ramah.

 

“Dia bertanya apakah saya ingin bermain untuk Real Madrid dan saya mengatakan ya. Saya memberikan jawaban yang jelas dan begitulah kami.

 

“Dia memberikan dukungan di saat-saat baik dan saat-saat buruk. Dia adalah presiden klub, tetapi bagi saya dia juga seperti anggota keluarga saya. Itulah yang saya rasakan.

 

“Ketika kasus (Mathieu) Valbuena terjadi, setelah menghabiskan malam di sel saya benar-benar merasa sangat buruk ketika saya kembali ke Madrid. Florentino sedang menunggu di Valdebebas (tempat latihan Madrid) dan dia sangat baik kepada saya.”