Putuskan Pensiun, Buffon Sempat Merasa Takut ?

Gianluigi Buffon

bolasempak.com Gianluigi Buffon mengakui dia merasa takut untuk pensiun karena kapten Juventus saat membuat pengumuman lebih lanjut tentang masa depannya.

 

Kapten Juve dan Italia itu mengungkapkan rencana masa depannya pada Kamis malam di tengah berbagai spekulasi untuk pensiun di usia 40 tahun, sekaligus setelah emraih 175 caps internasional.

 

Buffon sebelumnya mengatakan bahwa dia akan meninggalkan sepakbola pada akhir musim, kecuali Juve memenangkan Liga Champions dan dia memiliki kompetisi FIFA Club World Cup di akhir tahun.

 

Namun Juve secara dramatis tersingkir di Liga Champions ketika berhadapan dengan Real Madrid di fase perempat final, meskipun Buffon merayakan kemenangan Serie A dan Coppa Italia pekan lalu yang merupakan Scudetto ketujuhnya dan empat Coppa Italia berturut-turut.

 

Membahas prospek kehidupan setelah sepakbola, Buffon mengatakan kepada Gerard Pique (bek Barcelona) dalam wawancara dengan The Players Tribune: “Saya pikir bahwa di usia sekarang ini, Anda harus mengevaluasi situasi untuk sebulan dan seminggu pada suatu waktu.

 

“Karena penting bagi atlet seperti Anda dan tentu saja saya untuk melakukan yang terbaik, berjuang untuk menjadi yang terbaik, untuk tetap di puncak. Anda harus sehat secara fisik, karena Anda tidak menginginkan hasil yang buruk demi harga diri.

 

“Saya Buffon, dan itulah yang saya inginkan sampai menit terakhir. Dan ketika saya bukan diri saya lagi, saya akan pergi. Dalam beberapa bulan, saya akan bertemu dengan presiden dan kami akan mengevaluasi situasi dengan tenang.

 

“Saya sangat senang saat ini. Saya senang bermain karena saya suka atmosfer bersama teman-teman dan saya tahu saya bisa membantu banyak hal di lapangan.

 

“Saya akan tidak jujur jika saya katakan bahwa saya tidak takut. Tetapi jauh di lubuk hati saya merasa tenang dan damai karena saya menjalani dengan alami. Dan pada hari saya berhenti bermain sepakbola, saya akan menemukan cara untuk tidak bosan dan saya akan tetap sibuk.

 

“Lagipula, pemain seperti kami yang menjalani pertandingan dengan intens, harus menjaga pikiran tetap sibuk dan memiliki alasan untuk bangkit, juga sesuatu untuk diperjuangkan.

 

“Satu-satunya masalah adalah bahwa hidup saya telah diatur selama 23 tahun. Setiap pagi Anda diberi jadwal. Tetapi ketika Anda memiliki 24 jam sendiri dan Anda tanpa melakukan apa-apa, itu bisa menjadi masalah.”