Pirlo: Buffon Terlalu Tua Untuk MLS

Andrea Pirlo dan Gianluigi Buffon

BolaSempak Andrea Pirlo percaya Gianluigi Buffon adalah kiper terbaik sepanjang masa, tapi berpikir ikon Juventus tersebut sekarang terlalu tua untuk pindah ke klub lain.

 

Gelandnag New York City tersebut memuji Buffon setelah kiper itu mencapai 1000 penampilan profesional dengan bermain untuk Italia melawan Albania pada hari Jumat pekan lalu.

 

Tapi dia tidak berpikir mantan rekan setimnya itu – sekarang 39 tahun – akan mengikutinya ke MLS karena usianya, meskipun ia menegaskan pandangannya bahwa kiper nomor satu Italia itu adalah sosok yang tak tertandingi di bawah mistar gawang.

 

Diminta pandangannya pada kiper terbaik dalam sejarah, Pirlo kepada berbicara pada Corriere dello Sport: “Bagi saya, itu adalah Buffon. Kami telah bermain bersama sejak kami berusia 15 tahun di skuad Italia. Kami masih sering berbicara.

 

“Bagaimana kalau dia datang ke New York juga? Dia agak tua untuk langkah seperti itu, tapi dia masih yang terbaik.”

 

Pirlo juga membahas tentang kiper muda AC Milan, Gianluigi Donnarumma, yang disebut-sebut sebagai pengganti Buffon di masa depan, di antara daftar talenta muda terbaik Italia.

 

Playmaker veteran itu mengatakan: “Ini adalah generasi yang berkualitas dan hal ini bisa terjadi di sepak bola. Terlepas dari Marco Verratti, yang telah membuat tanda di tingkat klub, saya benar-benar memperhatikan Domenico Berardi dari Sassuolo, kiper Milan Gianluigi Donnarumma, bek Juventus Daniele Rugani, pemain Bologna Federico Di Francesco dan dua pemain Fiorentina Federico Chiesa dan Federico Bernardeschi.”

 

Dan Pirlo tidak berpikir klub-klub lokal akan berakhir buruk jika mereka membangun diri dengan skuad inti asli Italia.

 

“Saya selalu mengatakan bahwa penting untuk memiliki inti yang kuat dari para pemain Italia di skuad utama,” tambahnya. “Di AC Milan kami memiliki itu dan kami menang. Hal yang sama ada di Juventus. Di Inter mereka memiliki inti asal Argentina yang merasa sangat Italia dan mereka menang.

 

“Ketika ada dasar yang solid dari para pemain Italia, mereka bisa menjadi contoh dan kemudian semua orang bekerja dalam arah yang sama.”