Liga Champions Jadi Faktor Douglas Costa ke Juventus

BolaSempak Douglas Costa menegaskan prospek Juventus untuk mengangkat trofi Liga Champions musim ini sama baiknya dengan tim papan atas manapun di Eropa.

 

Juve menderita kekalahan di tangan raksasa La Liga untuk kedua kalinya dalam tiga tahun di bulan Juni lalu, saat Real Madrid menang dengan skor 4-1 di Cardiff.

 

Barcelona juga memuat tim asuhan Massimiliano Allegri bertekuk lutu di Berlin pada tahun 2015, namun justru silsilah inilah yang meyakinkan Costa untuk pindah dari Bayern Munich ke kota Turin pada musim 2017-18.

 

“Di Eropa, tidak ada tim yang memiliki lebih banyak keinginan dan kesempatan untuk memenangkan Liga Champions,” kata pemain sayap asal Brasil dalam sebuah wawancara dengan Gazzetta dello Sport.

 

“Saya telah memperhatikan banyak kualitas dalam skuad, saya akan menambahkan kreativitas saya dan melakukan segala yang saya bisa.

 

“Saya memilih Juventu] karena dalam tiga tahun mereka memainkan dua final di Eropa. Ini adalah tim yang menginginkan lebih banyak peluang untuk memenangkan Liga Champions.

 

“Saya ingin masuk ke dalam sejarah klub ini. Satu tahun dari Piala Dunia, saya tidak bisa memilih perkembangan yang lebih baik. Saya di sini untuk memenangkan segalanya, termasuk Liga Champions, tentu juga demi membuka peluang sata tahun depan di Brasil.”

 

Setelah memiliki awal mengesankan bersama Bayern di bawah kepelatihan Pep Guardiola, Costa kesulitan mendapat waktu bermain di bawah Carlo Ancelotti musim lalu.

 

Pemain berusia 26 tahun itu menyatakan bahwa tidak ada masalah dalam hubungannya dengan Ancelotti dan mengatakan bahwa dia tidak ingin membuat kesan mengambil rute yang mudah dengan mencari jalan reuni dengan Guardiola di Manchester City.

 

“Setelah bertahun-tahun, saya ingin menghindari orang-orang yang berpikir bahwa saya sedang bermain hanya karena dia (Guardiola) saat di bangku cadangan,” tambah Costa. “Saya juga ingin ke Juve demi mendapat pengalaman baru, tumbuh dan belajar sepakbola lain.

 

“Allegri adalah pelatih yang banyak berbicara, dia tahu potensi saya dan saya merasa memiliki kepercayaan diri. Saya memiliki perasaan positif, saya pikir saya dapat melakukan banyak hal dengan tim ini dan dengan pelatih ini.”

 

Terkait Ancelotti, dia menambahkan: “Saya pikir dia tidak punya banyak waktu untuk bertemu dengan saya, antara melihat tim nasional dan cedera. Saya tidak mempersiapkan diri dengan dia seperti yang saya lakukan dengan Guardiola, tapi saya juga memiliki hubungan baik dengan Ancelotti.Kami berteman.”