Koulibaly Ingin Bertahan di Napoli

bolasempak.com Kalidou Koulibaly dengan senang hati akan bertahan di Napoli “selamanya” karena ia merasa berhutang kepada klub dan para penggemar tersebut dengan setidaknya memberikan satu gelar Serie A.

 

Bek tengah tersebut bergabung dengan Napoli dari Genk pada tahun 2014 dan meskipun pada awalnya dia memiliki beberapa masalah untuk meyakinkan Rafael Benitez, dia menjadi pemain yang sangat diandalkan Maurizio Sarri.

 

Koulibaly juga sering menarik minat klub lain dalam dua tahun terakhir, dengan manajer Chelsea Antonio Conte dikatakan sebagai pengagum si pemain internasional Senegal.

 

Namun pemain berusia 26 tahun itu tidak terburu-buru untuk pergi dari Napoli, karena ia ingin memenangkan Scudetto bersama rekan-rekannya saat ini dan berpotensi menghabiskan sisa karirnya di Napoli.

 

“Untuk keluarga dan para penggemar, dan jika kontraknya bagus, saya tidak akan memiliki masalah ketika menandatangani kontrak dan bertahan selamanya,” kata Koulibaly kepada La Gazzetta dello Sport (26/1/2018).

 

“Saya sangat senang di Napoli, kota dan tim ini telah memberi saya segalanya, saya ingin memberikan sesuatu kepada Neapolitans, saya ingin memberi mereka Scudetto. Saya sudah tumbuh besar sejauh ini, ketika saya pertama kali datang ke Italia, saya membutuhkan waktu satu tahun untuk beradaptasi dan itu tidak mudah. Saat itulah saya mengatakan kepada diri saya bahwa saya pantas mendapatkan tim hebat ini. Saya mulai bekerja keras.

 

“Sekarang saya memanfaatkan usaha dan pengorbanan saya sepenuhnya, tapi tentu saja saya tidak akan berhenti di sini.”

 

Koulibaly juga memuji Sarri yang menjadi peran utama dalam perkembangannya, menceritakan sesuatu setelah pelatih asal Italia itu direkrut Napoli pada 2015.

 

“Saya punya beberapa masalah dengan Benitez,” Koulibaly menjelaskan. “Saya merasa dicadangkan dan itu adalah momen yang sangat penting karena saya banyak memiliki peluang atau mencapai kemampuan terbaik saya.

 

“Saya pun membuktikan bahwa mereka tidak salah ketika menandatangani saya dan saya bisa menjadi salah satu bek terbaik di liga Italia. Ketika Sarri tiba, dia berkata: ‘Dengarkan saya, Anda akan menjadi juara.’

 

“Itu sangat penting karena memberi saya kepercayaan diri dimana banyak hal tidak berjalan dengan baik. Ada pertandingan Liga Europa melawan Club Brugge yang merupakan titik balik bagi saya dan tim. Saya akan mengatakan itu adalah momen kunci dalam karir saya.”