Kalah Dari Sampdoria, Pioli Tak Takut Dipecat Inter

Stefano Pioli

BolaSempak Pelatih Inter Milan, Stefano Pioli, menegaskan dia tidak takut kehilangan pekerjaannya setelah Sampdoria bangkit dari ketinggalan untuk menang 2-1 di San Siro pada hari Senin (3/4/2017), membuat harapan mereka ke Liga Champions semakin berat.

 

Skuad asuhan Pioli sebelumnya berharap mampu menutup kesenjangan enam poin dari tiga besar klasemen setelah hasil imbang Napoli dengan Juventus pada hari Minggu (2/4/2017), tetapi mereka gagal untuk membuat peluang semakin besar.

 

Patrik Schick, menjadi salah satu target Inter musim panas ini, membatalkan gol pembuka Danilo D’Ambrosio di awal babak kedua, sebelum Fabio Quagliarella membungkus kemenangan dari titik penalti setelah Marcelo Brozovic melakukan handball.

 

Sekarang ada jarak sembilan poin yang memisahkan Inter dan tempat terakhir Liga Champions dengan delapan pertandingan tersisa, tapi Pioli tidak khawatir tentang apakah pekerjaannya semakin dekat dengan pintu keluar klub.

 

“Saya tidak memilikj kekhawatiran atau pikiran lain selain memastikan kami mendapatkan yang terbaik dari para pemain ini,” katanya kepada Mediaset Premium. “Hasil memutuskan masa depan, tetapi Anda berbicara terlalu banyak. Saya tidak khawatir dan saya tidak berpikir tentang hal itu (dipecat manajemen klub).

 

“Kami akan membuat penilaian terakhir pada 28 Mei mendatang. Kami akan memiliki kesempatan lain untuk menunjukkan bahwa kami adalah tim dengan kualitas lebih baik sebelum itu.”

 

Inter dicemooh oleh para pendukung saat pertandingan berakhir dan Pioli tidak terkejut dengan hal itu, dan mengatakan hal itu wajar karena ketidakmampuan timnya meraih poin maksimal.

 

“Anda mendapatkan siulan jika Anda tidak memberikan segalanya di lapangan dan menunjukkan kualitas Anda secara maksimal,” tambah Pioli.

 

“Karena itu, sampai Sampdoria menyamakan kedudukan, kami telah bermain baik. Menjaga pergerakan lawan.

 

“Setelah hasil berimbang, kami kesulitan. Kami memiliki peluang untuk mendapatkan keunggulan, tapi kami perlu lebih dari sebuah tim. Itulah menjadi satu-satunya penyesalan kami.

 

“Jika Anda menghabiskan terlalu banyak waktu bermain secara individu, maka tim ini menderita sebagai satu unit.”