Cetak Hat-trick, Icardi Kehilangan Kata-Kata

BolaSempak Mencetak gol dari titik penalti pada menit-menit terakhir untuk menyelesaikan hat-trick dan memastikan kemenangan derby atas AC Milan merupakan perasaan yang tak terlukiskan bagi Mauro Icardi.

 

Striker Argentina itu menutup pertandingan setelah Ricardo Rodgriguez melanggar Danilo D’Ambrosio di dalam kotak penalti dan mengembalikan posisi memimpin sebelumnya.

 

Suso mencetak gol mengesankan untuk menyamakan kedudukan dan gol bunuh diri Samir Handanovic membawa hasil imbang 2-2 sebelum gol ketiga Icardi memastikan kemenangan.

 

“Membawa pulang kemenangan dalam pertandingan derby adalah perasaan spesial, saya tidak bisa menggambarkannya,” katanya kepada Mediaset Premium.

 

“Saya telah berbicara dengan beberapa rekan satu tim dan tahu bahwa saya harus mencetak gol hari ini, jadi saya mempertahankan bola dan memanfaatkan setiap kesempatan.”

 

Icardi sekarang memiliki 87 gol bersama Inter, setelah mengalami hubungan yang buruk dengan para pendukung dan tanpa gol sejak kemenangan 3-1 atas Roma.

 

“Saya membiarkan para kritikus berbicara, maka saya melakukan apa yang harus saya lakukan di lapangan, saya membantu tim dan mencetak gol,” katanya. “Anda tidak bisa selalu mencetak gol, tapi saya bahagia untuk kemenangan ini.”

 

Tujuh kemenangan dan hasil imbang dari delapan pertandingan di bawah Spalletti berarti Inter hanya selisih dua poin dari Napoli di puncak klasemen dan skuad asuhan Maurizio Sarri harus mempertahankan rekor 100% ketika menghadapi Nerazzuri akhir pekan nanti.

 

“Terlalu dini untuk membicarakan tantangan Scudetto,” Icardi menambahkan. “Kami melakukan beberapa hal dengan cara yang benar sejak pra-musim dan sekarang kami harus memikirkan pertandingan berikutnya melawan tim seperti Napoli.

 

“Ini pertandingan spesial karena mereka adalah pemimpin klasemen dan memainkan sepakbola terbaik di Eropa.”

 

Di sisi lain Luciano Spalletti memuji Mauro Icardi sebagai sosok striker yang lengkap.

 

“Mauro sangat baik malam ini,” kata Spalletti. “Terlepas dari semua tanggung jawab yang dituangkan di pundaknya, dia memiliki kerendahan hati untuk mendengarkan nasihat dan bekerja keras untuk memenangkan bola.

 

“Icardi adalah striker yang lengkap dan dia bertanggung jawab atas hasil ini.”

 

Kendati demikian, mantan pelatih Roma tersebut mengakui timnya sempat ketakutan di babak kedua.

 

“Pada saat di babak kedua kami terdorong terlalu dalam dan dipaksa mundur, sedangkan di babak pertama kami terus mendominasi bola dan mencoba melewati lini tengah dengan baik,” dia menjelaskan.

 

“Memenangkan permainan ini memberi Anda antusiasme, tapi jika Anda menganalisisnya dengan saksama, kami sangat profesional untuk memahami momen pertandingan yang tepat.

 

“Kami memiliki tekad yang tepat untuk pertandingan derby, namun kami harus memperbaiki diri, karena terkadang kami harus benar-benar berjuang.”