Buffon Dukung Donnarumma ke Juventus

Buffon, Donnarumma

BolaSempakGianluigi Buffon telah menyetujui tawaran Juventus untuk menandatangani bintang AC Milan, Gianluigi Donnaruma, saat kiper Italia itu mendekati pensiun.

 

Buffon akan habis kontrak di tahun 2018 dan veteran berusia 39 tahun itu diperkirakan akan menggantung sarung tangannya menyusul Piala Dunia tahun depan di Rusia.

 

Meskipun begitu, kiper ikonik tersebut ingin pergi dengan cara “tinggi” setelah menderita kekalahan di pertandingan final Liga Champions ketiga, kali ini melawan Real Madrid di Cardiff.

 

Namun, Buffon menyambut baik tantangan dari Donnarumma dan serta Wojciech Szczesny -yang telah dikaitkan dengan kepindahan ke juara bertahan Serie A tersebut.

 

“Bagi saya, mereka tampak menajdi pilihan yang tepat,” kiper Italia tersebut mengatakan kepada wartawan.

 

“Baiklah, saya selalu percaya, orang yang masuk akal yang mencoba memahami arti dari sesuatu dan betul saja bahwa Juve mencoba untuk menandatangani kiper seperti hebat, juga bisa dikatakan benar bahwa tim nasional kita memiliki kiper yang sangat layak, contohnya Gigio Donnarumma.

 

“Karena pada akhirnya Anda membuat kemajuan karena dengan segala potensi yang dimiliki, dan seperti yang saya katakan, pelatih harus memilih formasinya untuk memenangkan pertandingan dan benar-benar harus memikirkannya.

 

“Ini berarti bagi saya harus memiliki upaya lebih besar, karena saya tahu bahwa jika saya berusia 39 atau 40 tahun dan jika ingin mempertahankan prestise tertentu, peran tertentu, saya harus bekerja keras.

 

“Pada hari saya tidak ingin bekerja keras lagi, saya akan tinggal di rumah saja, karena kiper seperti Szczesny, seperti Donnarumma atau seperti (Alex) Meret adalah pemain yang konsisten. Mereka adalah pilihan nomor satu.”

 

“Saya tidak abadi dan saya tidak pernah memikirkannya,” Buffon menambahkan. “Saya memikirkan kelompok tersebut, jadi Juventus dan Nazionale harus merencanakan di luar individu dengan benar.

 

“Saya mengatakan di masa lalu bahwa saya mungkin tidak ingin menjadi pelatih, tapi mungkin pelatih tim nasional di tingkat internasional akan lebih nyaman dan mengurangi rasa stress. Ketika saya pensiun, saya ingin beristirahat karena memang karir saya cukup panjang dan intens.”