Bacca Ingin Tebus Kesalahan Dengan Mentraktir Skuad Milan Makan Malam

Bacca Ingin Tebus Kesalahan Dengan Mentraktir Skuad Milan Makan Malam

BolaSempakVincenzo Montella melihat reaksi buruk Carlos Bacca diganti saat melawan Sampdoria, tapi bintang AC Milan itu akhirnya menyesali perbuatannya.

 

Striker AC Milan tersebut telah mengakui dia salah terkait sikapnya pada Vincenzo Montella setelah diganti melawan Sampdoria dan akan mentraktir makan malam skuad Milan sebagai bentuk permintaan maaf.

 

Bacca, yang memiliki sembilan gol di semua kompetisi musim ini, menggerutu setelah digantikan oleh Gianluca LaPadula dengan 18 menit pertandingan terakhir saat timnya tetinggal 1-0 pada hari Minggu (05/02/2017) di San Siro.

 

Pemain internasional Kolombia itu juga pernah berselisih dengan Montella setelah digantikan melawan Pescara pada bulan Oktober dan ia telah ditarik dari lapangan sebanyak 15 kali dalam 18 pertandingan di semua kompetisi sejauh musim ini.

 

Tapi sementara ia mungkin merasa kecewa saat digantikan di hampir setiap pertandingan, Bacca mengakui dia salah karena cara mengekspresikan emosinya.

 

“Itu hanya kebetulan saat dia menarik saya dari lapangan dan saya marah karena kami kalah 1-0,” kata Bacca ke Milan TV.

 

“Saya ingin tinggal di lapangan dan membantu tim. Itu adalah keputusannya dan saya selalu memiliki adrenalin dari pertandingan.

 

“Sekarang hal ini semakin terbuka, saya berbicara dengan dia dan saya mengaku salah karena saya merasa frustasi dan marah dengan hasilnya.

 

“Saya mengatakan kepada pelatih bahwa saya telah membuat kesalahan, saya berbicara dengan rekan tim saya untuk meminta maaf dan saya akan mentraktir makan malam.

 

“Saya memutuskan untuk melakukan itu karena kita harus bersatu dan solid. Semuanya baik-baik saja setelah itu dan saya berbicara dengannya pagi ini. Tidak ada masalah dengan pelatih. Saya harus menghormati pilihan dan tetap bekerja.

 

“Sangat penting untuk memiliki kesempatan lebih awal untuk bangkit kembali saat melawan Bologna.”

 

Ketegangan semakin memuncak karena Milan kalah dalam empat pertandingan beruntundi semua kompetisi, tergelincir ke posisi 8 Serie A dan keluar dari ajang Coppa Italia.