Yaya Toure Buka Peluang Kembali ke Barcelona

Yaya Toure

bolasempak.com Yaya Toure mengatakan dia ingin kembali ke Barcelona, dengan periode delapan tahunnya di Manchester City akan segera berakhir.

 

Toure melambaikan tangan perpisahan ke suporter sisi Etihad dalam kemenangan atas Brighton & Hove Albion, dimana hari itu menjadi pertandingan terakhirnya di kandang Citizens.

 

Pemain internasional Pantai Gading itu telah memenangkan tiga gelar Premier League selama karirnya di klub tersebut, tetapi sekarang sedang mempersiapkan langkah berikutnya.

 

Dan gelandang berusia 34 tahun itu mengatakan bahwa salah satu impiannya adalah kembali ke Camp Nou, di mana dia bisa dipersatukan kembali dengan Lionel Messi.

 

“Saya merindukan Barcelona karena Messi dan (Andres) Iniesta, mereka adalah bagian dari tim tangguh,” kata Toure kepada El Larguero (11/5/2018). “Jika Barcelona memanggil, saya tidak akan ragu (untuk kembali).

 

“Meninggalkan klub besar itu adalah momen sulit untuk saya. Saya berusia 27 tahun dan mulai bermain dari bangku cadangan, tapi yang paling penting adalah menikmati diri sendiri di lapangan.

 

“Barca memberi saya kerendahan hati, pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana bertindak di lapangan.”

 

Kepergian Toure dari Barcelona sebagian besar karena preferensi Pep Guardiola untuk Sergio Busquets, dengan keduanya juga memiliki hubungan begitu baik ketika mereka bekerja sama lagi di City.

 

Gelandang itu bahkan terlempar dari skuad reguler sebelum berjuang kembali ke posisi tersebut, tetapi Toure mengatakan ia telah menyelesaikan perbedaannya dengan Guardiola.

 

“Kami menyelesaikannya,” mantan pemain terbaik Afrika itu menambahkan. “Dalam dua tahun ini, saya harus menjadi profesional dan saya telah melakukan pekerjaan yang diminta pelatih. Kami adalah laki-laki dan kami tahu apa yang harus kami lakukan. Dia adalah bosnya dan saya harus mendengarkan.

 

“Saya sudah melalui masa-masa sulit. Dua tahun terakhir adalah situasi menantang bagi saya dan saya harus belajar untuk bekerja dengannya. Kami harus meninggalkan keegoisan kami di satu sisi dan bekerja bersama demi kebaikan klub.

 

“Kami dibayar untuk itu dan saya senang bekerja dengannya dua tahun terakhir. Apakah saya akan bekerja lagi dengannya? Saya tidak tahu. Saya suka gayanya.

 

“Saya 34 tahun dan saya punya satu atau dua tahun lagi untuk bermain. Kita akan lihat apa yang terjadi musim depan. Saya harap saya bisa menikmati diri sisa karir saya. Saya hanya tahu sepakbola. Saya bukan politisi yang baik dan saya juga bukan orang terbaik.”