Wenger Ungkapkan Dukungan Dari Eks-Manajer United

bolasempak.com Arsene Wenger sedang memperjuangkan nasibnya di Arsenal dan mengaku mendapat dukungan dari Alex Ferguson terkait pencapaian timnya musim ini.

 

The Gunners menghentikan rekor kekalahan beruntun dalam 4 pertandingan dengan kemenangan 2-0 atas AC Milan di leg pertama babak 16 besar Liga Europa pada tengah pekan, namun hasil itu mungkin tidak banyak membantu memperbaiki suasana di sisi Emirates Stadium.

 

Kekalahan 3-0 beruntun melawan Manchester City (di final Piala EFL dan Premier League) dan juga takluk ditangan Brighton dianggap sebagai posisi terendah dalam karir Wenger di klub saat ini.

 

Dalam jajak pendapat yang diikuti suporter Arsenal, 88% memilih pria 67 tahun itu untuk pergi pada akhir musim ini, meski kontraknya masih berjalan sampai akhir musim 2018-19.

 

Berbicara kepada Sky Sports (11/3/2018) jelang pertandingan melawan Watford, manajer asal Prancis itu mengakui bahwa dia telah merasakan tekanan akhir-akhir ini, dan Ferguson yang pernah menjadi rival selama belasan tahun, memberikan dukungan untuknya.

 

“Setiap manajer akan memberi tahu Anda kapan dia tidak dalam situasi baik, misal kurang tidur karena keinginan untuk mencari solusi,” katanya.

 

“Secara keseluruhan, ini adalah bagian dari pekerjaan. Ketika Anda adalah seorang manajer muda, Anda bermimpi untuk memenangkan setiap pertandingan sepakbola, tapi kali ini adalah tentang bertahan dengan kekecewaan dan menemukan solusi. Karena situasi terburuk bisa membuat Anda lebih baik.

 

“Saya mendapat banyak pesan dari orang-orang yang mendukung dan saya sangat bersyukur untuk itu.

 

“Kami semua mengalami masa-masa sulit, tapi ketika Anda mengambil sedikit perspektif, kami jjustru sampai ke final sebuah kompetisi dan bermain melawan tim terbaik di negara ini.

 

“Saat ini dan di masa lalu, saya memiliki hubungan baik dengan Ferguson, terkadang dia mengirimi saya pesan ketika keadaan tidak berjalan dengan baik.

 

“Kita semua tahu kita berada di ‘kapal’ yang sama. Saya bisa mengerti setiap manajer memiliki masalah sendiri dan harus menghadapi situasinya sendiri.

 

“Ada solidaritas di sana dan saya juga sering mendukung manajer lain, kita semua melakukannya, saya membuat 820 pertandingan Premier League, 200 pertandingan Eropa tapi tidak ada kemungkinan untuk tidak menderita, Anda harus menderita.”