Wenger Sebut Kekalahan Arsenal Karena Skandal Penalti

BolaSempak Arsene Wenger menuduh wasit Neil Swarbrick membuat keputusan bersifat “skandal” untuk memberi penalti di babak kedua, yang membantu Watford mengalahkan Arsenal di Vicarage Road pada hari Sabtu.

 

Kapten Arsenal, Per Mertesacker, merayakan penampilan pertama di Premier League dalam 532 hari dengan sundulan sehingga timnya mendapat keunggulan pada babak pertama.

 

Namun, setelah Alex Iwobi dan Mesut Ozil gagal untuk mengubah peluang bagus untuk melipatgandakan keunggulan Arsenal, Swarbrick menilai Hector Bellerin telah melanggar Richarlison di dalam area penalti, yang memungkinkan Troy Deeney (dasatng sebagai pemain pengganti) mencetak gol penyeimbang dari titik penalti pada menit ke-71.

 

Watford juga meiciptakan gol kemenangan di masa injury time, dimana Tom Cleverley tiba-tiba datang di posisi yang tepat untuk melepaskan bola kencang dan membuat Arsenal kalah.

 

“Itu adalah keputusan skandal untuk memberikan penalti semacam itu, saya yakin beberapa orang yang lebih teliti akan melihatnya sebagai hal biasa dalam sepakbola,” kata Wenger kepada BBC Sport.

 

“Tapi kami harus mengatasinya. Kami berkali-kali memiliki berkesempatan untuk mencetak gol kedua, ketika satu lawan satu dengan kiper mereka, kam gagal memanfaatkan momen dan akhirnya kami dihukum.

 

“Posisi wasit lebih dekat dari saya (untuk penalti Watford), jadi Anda mempercayai keputusannya tidak sesuai. Setelah melihatnya lagi dalam tayangan ulang, semakin sulit dimengerti.

 

“Kami juga melewatkan beberapa peluang emas di akhir, di mana seharusnya diselesaikan lebih baik, tapi selama Anda tidak mencetak gol kedua, keputusan apa pun bisa menyakitimu.”

 

Dampak Deeney dari bangku cadangan membuat perbedaan nyata pada permainan, dengan Watford beralih dari tiga pemain belakang ke sistem 4-4-2 setelah memasukkan kapten klub mereka.

 

Meskipun begitu, Wenger merasa upaya Arsenal untuk mempertahankan satu poin mendapat hambatan ketika Laurent Koscielny – yang bermain untuk pertama kalinya sejak kemenangan 2-0 di West Brom pada tanggal 25 September lalu – dipaksa keluar lapangan karena mengalami cedera pada menit ke-85.

 

“Kami tidak tahu apakah Koscielnly akan bertahan selama 90 menit,” tambahnya. “Ketika saya melihat situasi untuk mengganti Iwobi dengan (Jack) Wilshere, Koscielny tidak dalam kondisi baik. Pada akhirnya, kami terhambat dan gagal memaksimalkan pertahanan.”