Waktu Arsene Wenger Sudah Habis

BolaSempak – 12 tahun lamanya para pendukung klub sepakbola Arsenal tidak mengecap gelar juara Liga Primer Inggris. Dan penantian tersebut hampir pasti akan bertambah menjadi 13 tahun. Dan ketika sebuah kekecewaan menjadi warna yang sama selama hampir setiap tahun, tentu perubahan menjadi hal yang dirindukan. Itulah yang dirasakan oleh sebagian supporter Arsenal yang menginginkan perubahan dalam wujud seorang manajer baru.

 

Arsene Wenger adalah pria yang membawa Arsenal kepada masa keemasan mereka. Pencapaian hebat The Gunners di bawah asuhan Wenger kala menjadi juara liga tanpa menelan satu kekalahan pun belum mampu disamai oleh manajer lainnya, baik Sir Alex Ferguson yang legendaris maupun The Special One Jose Mourinho. Ia merupakan pelatih hebat yang menerapkan filosofi sepakbola atraktif. Wenger adalah pria yang merevolusi wajah Arsenal dan Liga Primer Inggris.

 

You either die as a hero, or live long enough to yourself becomes the villain.’

 

Pepatah tersebut seperti merupakan kalimat yang pas dalam menggambarkan situasi Wenger saat ini. Sang revolusionis telah menjadi statis. Selama 13 tahun, Wenger menerapkan jurus yang sama, namun mengharapkan hasil yang berbeda. Ia bagaikan seorang pesulap yang hanya menguasai satu trik kartu, dan memainkannya di setiap pertunjukan sembari mengharapkan para penonton tidak mengetahui rahasia trik tersebut.

 

Para pendukung Arsenal kini terpecah menjadi dua kubu. Yang pertama masih menaruh harap kepada Wenger agar mampu mengulang masa jayanya. Kubu yang kedua adalah mereka yang sudah tidak tahan kepada pelatih asal Perancis tersebut. Segala cara mereka lakukan untuk menunjukkan kepada pihak klub bahwa mereka menginginkan sosok pelatih baru. Sebagian menyerukan nama Diego Simeone, sebagian lagi Massimiliano Allegri.

 

Wenger tidaklah bodoh. Ia tidak dijuluki sebagai The Professor tanpa alasan. Ia jelas tahu situasi diri sendiri. Itulah sebab mengapa ia belum menandatangani perpanjangan kontrak yang disodorkan manajemen klub. Sekarang adalah waktu yang tepat bagi Wenger untuk menyerahkan tongkat estafet kepada pelatih lain yang mampu meneruskan ‘revolusi London Utara’ yang sempat terhenti selama 13 tahun. (AA)