Tantangan Besar Chelsea Musim Depan

BolaSempakDouble winner terbukti satu langkah terlalu jauh untuk Chelsea. Gol telat penyeimbang kedudukan dari Diego Costa memberikan harapan sesaat bagi sang juara Liga Primer dalam laga pamungkas musim ini di Wembley, tetapi hal tersebut tidak mampu menutupi penampilan buruk mereka.

 

Setiap orang tentu akan berharap untuk melihat Chelsea bertarung dengan gigih dalam pertandingan seperti ini, terlebih ketika menghadapi sebuah tim yang diprediksi akan mampu mereka kalahkan tetapi hal itu tidak mampu untuk mereka lakukan disini. Hal tersebut memberitahu sesuatu yang besar.

 

Harapan mereka dengan cepat padam ketika Alexis Sanchez memberikan umpan terobosan yang brilian kepada Olivier Giroud. Aaron Ramsey kemudian mampu lolos dari N’Golo Kante dan hal tersebut mengamankan kemenangan bersejarah yang merupakan rekor terbanyak, 13 FA Cup.

 

Dalam waktu seperti ini, tidak sulit untuk melihat masalah yang akan dimiliki oleh Chelsea musim depan, baik sebagai juara bertahan dengan tim-tim top lainnya akan berusaha mengejar mereka, dan juga persaingan tambahan di ajang Liga Champions.

 

Tidak akan ada orang yang menuduh tim asuhan Antonio Conte meremehkan lawan, tetapi di pertandingan kemarin Chelsea menampilkan performa yang sangat tidak seperti biasanya. Mereka seharusnya tertinggal tiga gol saat jeda turun minum. Mereka juga kembali terekspos hanya beberapa saat setelah menyamakan kedudukan.

 

Arsenal tidak menghadirkan kejutan dalam upaya mengimbangi sistem dari Chelsea. Apa yang berada di luar perkiraan adalah anak-anak asuh Arsene Wenger mampu memenangkan pertarungan fisik dan mental melawan Chelsea di hampir 90 menit jalannya pertandingan. Dan hal tersebut dicapai dengan tim yang pincang. Kieran Gibbs menyusul Shkodran Mustafi dan Laurent Koscielny yang harus absen.

 

Chelsea jarang menghadapi hari seperti ini tetapi penampilan yang langka ini membuat mereka kehilangan trofi kedua di musim debut Conte. Arsenal sudah unggul di menit keempat ketika Sanchez mencetak gol kendati ada kontroversi mengenai posisi offside dari Ramsey. Tetapi hiraukan hal tersebut. Dalam tayangan ulang terlihat kalau Diego Costa menyebabkan Kante terjatuh saat mencoba membuang bola.

 

Conte menuntun para pemainnya kepada level nyaris sempurna di sepanjang musim dan keberhasilan mereka biasanya mengikuti pola yang familiar. Tetapi sistem Chelsea mengalami malfungsi dan membayar harganya dengan gol Alexis. Costa barangkali merupakan pemain terburuk Chelsea di babak pertama. Ia sangat temperamental, dengan friksi dengan Rob Holding, dan bahasa tubuhnya mengisyaratkan kalau ia mungkin akan melakukan suatu hal yang bodoh.

 

Apapun yang terjadi dengan Costa, apakah ia akan bertahan atau pergi, Chelsea membutuhkan penyerang tengah kelas atas yang mampu menantang tempat di tim utama. Tim lawan mulai mengetahui cara untuk mematikan Costa, dan Chelsea membutuhkan pemain yang mampu mengambil tekanan tersebut.

 

Mereka merupakan tim yang paling bisa ditebak di liga tetapi hal tersebut lebih merupakan sebuah kekuatan dibandingkan kelemahan di musim ini. Tetapi grup pemain berjumlah 13 pemain yang dipercaya Conte tidak akan cukup untuk bersaing di semua ajang musim depan.

 

Nemanja Matic terekspos di Wembley dan kalah berduel dengan Granit Xhaka. Mereka juga tidak mendapatkan kualitas dari Pedro, dan bahkan tidak dari Eden Hazard menghadapi sebuah tim Arsenal yang tampil gigih. Para pemain The Gunners bermain bagi manajer mereka dalam sebuah performa yang mungkin akan mengembalikan sedikit reputasi baik sang pelatih asal Perancis.

 

Di sisi lain, tantangan Antonio Conte terpampang jelas. Ia harus melakukan lebih dari sekedar menyilangkan tangannya ketika timnya kalah berduel musim depan. Pemain baru dan taktik baru harus muncul dalam musim panas yang diprediksikan akan sangat sibuk. (AA)