Shakespeare Yakini Kebangkitan Leicester

BolaSempak – Leicester City terus mempertahankan rangkaian hasil positif yang mereka peroleh sejak memecat pelatih Claudio Ranieri pada bulan Februari silam dengan mengalahkan Sunderland dengan skor 2-0. Permainan Leicester sejak ditinggal oleh pelatih yang membawa mereka menjuarai Liga Primer Inggris tersebut sama sekali berbeda. The Foxes seolah menemukan kembali rasa percaya diri yang seolah hilang musim ini.

 

Gol-gol dari Islam Slimani dan Jamie Vardy membawa Leicester meraih kemenangan kelima secara beruntun sejak Craig Shakespeare menangani klub menggantikan Ranieri. Sang juara bertahan yang di musim ini terperosok ke zona degradasi kini mendadak menjadi tim yang sudah memastikan diri lolos dari jeratan turun kasta. Bukan hanya itu, kemenangan 2-0 atas Sevilla di ajang Liga Champions bulan lalu membawa Leicester kini menjadi satu dari delapan tim yang akan berlaga di babak perempat-final.

 

Shakespeare menyambut kemenangan dalam laga melawan Sunderland dan menyebutnya sebagai bukti bahwa kepercayaan diri tim telah kembali.

 

“Hasil ini tentu merupakan tiga poin yang berarti. Di babak pertama ritme main kami tidak bagus, begitu juga dengan eksekusi bola mati kami. Kami tidak dalam performa terbaik, tetapi mampu meraih kemenangan penting. Ini merupakan sebuah pertanda kalau tim sudah kembali memiliki rasa kepercayaan diri. Kami harus memanfaatkannya, dan tentu saja harus tampil lebih baik di laga berikutnya,” tukas Shakespeare kepada Sky Sports.

 

Selain memuji kepercayaan diri anak-anak asuhnya, mantan asisten Ranieri ini juga menegaskan kalau timnya belum mau mengalihkan fokus ke laga kontra Atletico Madrid di Liga Champions karena masih ada satu pertandingan lagi di Liga Primer Inggris.

 

“Kami belum menyiapkan diri untuk menghadapi Atletico Madrid. Bahkan belum ada pembicaraan soal itu. Sebagai sebuah tim, kami tidak akan membicarakannya saat ini dan akan fokus kepada pertandingan melawan Everton di akhir pekan,” jelas sang pelatih usai laga melawan Sunderland.

 

Leicester menjadi satu-satunya tim asal Inggris yang tersisa di ajang Liga Champions, setelah Arsenal dan Manchester City tersingkir di babak perdelapan-final. (AA)