Pogba: Orang Ingin Saya Jadi Bek, Gelandang, Dan Penyerang

BolaSempak – Paul Pogba percaya kalau publik berharap terlalu banyak darinya di musim ini setelah kepindahannya kembali ke Manchester United yang memecahkan rekor transfer dunia.

 

Pemain tim nasional Perancis ini kembali ke Old Trafford dari Juventus pada bulan Agustus lalu dalam transfer senilai 89 juta pounds, tetapi ia menemui kesulitan dari para kritikus yang merasa bahwa jumlah tersebut terlalu besar.

 

Pogba sejauh ini telah mencetak tujuh gol dan menciptakan tujuh assist dari 43 penampilan di seluruh kompetisi, kendati ia baru sering dimainkan di posisi gelandang yang lebih ke dalam di sistem permainan Jose Mourinho. Dan pemain berusia 24 tahun ini merasa kalau sebagian besar kritik terhadap performanya di tahun pertamanya sejak kembali ke Inggris secara tidak adil hanya ditujukan kepada jumlah gol yang ia cetak.

 

“Saya rasa orang melihat saya dan menghakimi saya karena tidak mencetak gol dan hal-hal semacam itu. Seperti yang saya sering bilang, ini sepakbola. Transer pemain merupakan satu hal, tetapi di atas lapangan ini hal yang berbeda,” tukas Pogba dalam konferensi pers jelang laga perempat-final Europa League antara MU menghadapi Anderlecht.

 

“Saya seorang pemain tengah dan orang terkada berpikir saya seorang penyerang. Orang bilang ‘Pogba harus mencetak banyak gol.’ Saya pikir media terkadang ingin saya untuk menjadi bek, gelandang, dan striker di waktu yang bersamaan. Tetapi saya hanya harus fokus pada tugas saya. Jika saya dapat membuat tim menang, maka saya akan melakukan itu. Tugas saya adalah bermain di lini tengah, membuat assist. Jika saya mencetak gol atau membentur tiang, orang tidak akan berpikir seperti ini. Tetapi tidak masalah.”

 

Jalur Europa League boleh jadi menjadi kans terbesar bagi MU untuk kembali ke Liga Champions musim depan. Skuad Mourinho saat ini masih berada empat poin dari empat besar. Kendati memiliki satu laga sisa di tangan, tetapi The Red Devils masih harus menghadapi Chelsea, Manchester City, Arsenal, dan Tottenham Hotspur. Pogba namun tetap yakin kalau timnya siap kembali ke jajaran klub elit Eropa.

 

“Di Italia, permainannya lebih taktis. Anda mencetak gol lebih sedikit. Di Inggris, semuanya soal gol dan menyerang. Anda dapat melihat Liga Primer sangat sulit, lima tim teratas sangat ketat, dan dua teratas bersaing hingga akhir. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi. Arsenal kalah 3-0 dari Crystal Palace dan tidak ada yang menduga. Liga Primer adalah sesuatu yang tidak dapat Anda prediksi.”

 

“Saya datang ke Manchester United untuk sebuah tantangan besar, dan tantangan itu adalah kembali ke dasar. Adalah hal yang normal bagi klub ini untuk bermain di Liga Champions. Kami memiliki segalanya untuk itu: manajer, staf, para pemain. Kami harus kembali ke Liga Champions. Itu tujuan besar kami saat ini,” tutup Pogba dalam konferensi pers.