Mourinho: De Gea Tidak Pikirkan Spekulasi

BolaSempak – Jose Mourinho meminta David De Gea untuk melupakan spekulasi mengenai masa depannya dan fokus untuk membantu Manchester United menyelesaikan musim ini dengan baik. Penjaga gawang asal Spanyol ini hampir pindah ke Real Madrid di awal musim 2015/2016, tetapi kegagalan menyelesaikan dokumen tepat waktu membuatnya bertahan di kota Manchester.

 

Performa buruk Keylor Navas di musim ini membuat kubu Real Madrid dikabarkan ngebet untuk segera mencari penjaga gawang baru, tetapi Mourinho tidak ingin De Gea untuk terpecah fokusnya karena skuad The Red Devils saat ini tengah mengincar gelar juara Europa League dan juga posisi empat besar di Liga Primer setelah berhasil memenangnkan EFL Cup.

 

“Saya tidak tertarik kepada spekulasi apapun. Jika ada pemain yang terpengaruh, sebaiknya ia melupakan itu. Setiap laga bagi kami krusial. Di Liga Primer, jika kami kalah di satu pertandingan, maka empat besar akan menjadi hampir mustahil. Di Europa League, jika kami kalah satu kali, kami akan berada dalam masalah,” tukas Mourinho dalam konferensi pers jelang laga perempat-final Europa League leg pertama melawan Anderlecht.

 

“Setiap laga menuntut fokus penuh. Saya tidak melihat David memiliki masalah terkait hal ini. Akhir musim merupakan waktu bagi setiap pemain untuk memikirkan apa yang akan terjadi di karir mereka, bukan sekarang.”

 

Mourinho harus mengambil keputusan sulit terkait rotasi pemain dan kemungkinan akan memprioritaskan Europa League. MU memang masih berpeluang menembus empat besar, tetapi mereka masih harus menghadapi Chelsea, Manchester City, Arsenal, dan Tottenham Hotspur. Hal ini membuat publik berspekulasi kalau memenangi Europa League merupakan langkah paling mudah bagi pasukan Mourinho untuk kembali ke Liga Champions.

 

Tetapi Mourinho menolak anggapan tersebut dengan mengatakan kalau tidak mungkin ia memainkan tim yang lemah menghadapi Chelsea akhir pekan ini.

 

“Secara matematis, masih mungkin bagi kami finis di empat besar. Jika saya bermain melawan Chelsea dengan tim lapis kedua, Anda akan membunuh saya. Negara ini akan membunuh saya. Secara matematis masih mungkin, jadi kami harus mencoba dengan resiko yang Anda bicarakan.”

 

“Kami harus bertarung dengan semua yang kami miliki untuk bermain di Liga Champions musim depan. Bagaimana caranya? Dengan memenangkan Europa League atau finis di empat besar. Kami masih memiliki dua pintu terbuka. Jika suatu hari salah satunya menutup, kami akan berjuang sekuat tenaga untuk masuk ke pintu yang masih terbuka,” tutup pelatih asal Portugal ini.