Mourinho Buktikan Diri Masih Salah Satu Yang Terbaik

BolaSempak – ‘Anda tidak lagi spesial!’

 

Begitu bunyi sorakan yang dinyanyikan oleh para pendukung Chelsea untuk mantan manajer mereka, Jose Mourinho saat Manchester United datang bertandang ke Stamford Bridge pada bulan lalu dalam laga FA Cup yang dimenangi oleh Chelsea dengan skor 1-0 tersebut.

 

Usai laga, Mourinho mengeluarkan jawaban yang sangat khas dirinya, dengan menyatakan sampai ada manajer Chelsea yang mampu memenangi lebih dari tiga gelar Liga Primer Inggris bagi mantan klubnya tersebut, maka ‘Yudas’ masih yang nomor satu.

 

Hubungan yang memburuk antara Mourinho dan pendukung Chelsea yang dulu begitu mengagungkan namanya menutupi fakta bahwa laga tersebut memiliki satu momen yang mengubah alur pertandingan menjadi milik tim tuan rumah, yakni saat Ander Herrera dikartumerah oleh wasit akibat dianggap melakukan pelanggaran keras kepada Eden Hazard. Kartu merah Herrera dapat diperdebatkan, tetapi hal ini dianggap sebagai sebuah perjudian gagal Mourinho.

 

Maka ketika pelatih asal Portugal ini menurunkan tim yang hampir terlihat sama ketika kedua tim kembali bertemu di ajang Liga Primer Inggris di Old Trafford, muncul suara sumbang yang mengatakan kalau Mourinho sudah kehilangan sentuhan emasnya atau merelakan laga ini dengan lebih memprioritaskan Europa League.

 

Tanpa Zlatan Ibrahimovic. Tanpa Henrikh Mkhitaryan. Tanpa Anthony Martial. Ditambah denganĀ winger Ashley Young yang didapuk sebagai kapten tim, jelas MU memasuki laga dengan status tidak diunggulkan kendati bermain di hadapan para pendukung sendiri.

 

Tetapi seperti pepatah lama di dunia sepakbola Inggris yang berbunyi never write Manchester United off, MU membuktikan diri mampu mengalahkan tim manapun, sekaligus membuktikan bahwa pelatih mereka saat ini masih merupakan salah satu pelatih paling brilian di muka bumi.

 

Alih-alih memberitahu Herrera untuk bermain lebih santai, Mourinho malah menginstruksikan gelandang asal Spanyol tersebut untuk melakukan man-mark kepada Hazard sepanjang 90 menit. Keputusan ini merupakan keputusan brilian karena Herrera terus mengikuti Hazard kemanapun pemain Belgia tersebut bergerak.

 

Hazard sama sekali tidak mampu melepaskan diri dari Herrera, menyebabkan aliran bola dari lini tengah kepada Diego Costa terputus. Tanpa bintang mereka tersebut, duet N’Golo Kante dan Nemanja Matic di lini tengah tidak mampu menandingi Paul Pogba dan Marouane Fellaini.

 

Keputusan Mourinho tidak memainkan Ibra, yang dikatakan karena penyerang veteran tersebut kelelahan, juga pada akhirnya terbukti jitu. Apabila Ibra yang bermain sejak awal, maka gol pertama MU di menit ketujuh yang dicetak oleh Marcus Rashford tidak akan tercipta. Umpan terobosan Herrera berhasil dijangkau oleh Rashford yang berlari kencang mengalahkan David Luiz, sesuatu yang tidak akan terjadi dengan Ibrahimovic yang sudah kehilangan kecepatan.

 

Antonio Conte yang disebut sebagai pelatih jenius tidak mampu menjawab tantangan yang disediakan oleh Mourinho. Chelsea untuk kali pertama sejak tahun 2007 gagal mencatatkan satu shot on target ke gawang lawan di kompetisi Liga Primer Inggris.

 

Laga tadi menunjukkan kepada dunia, apabila taktiknya diikuti dengan baik, maka The Special One masih merupakan salah satu pelatih terbaik di dunia. (AA)