Klopp Tidak Lagi Inginkan Dahoud

BolaSempak – April tahun lalu, Mahmoud Dahoud menjadi salah satu pemain yang berada dalam puncak daftar target yang diinginkan oleh manajer Liverpool, Jurgen Klopp untuk membangun ulang lini depan Liverpool di musim pertamanya sebagai pelatih utama. Minat dari Klopp tersebut dapat dimengerti karena Dahoud merupakan pemain yang memiliki energi luar biasa di lini tengah dan mampu membangun permainan dengan baik.

 

Borussia Dortmund dan Tottenham Hotspur juga berminat untuk merekrut pemain berusia 21 tahun, tetapi Borussia Monchengladbach selaku pemilik dari Dahoud tidak ingin kehilangan salah satu andalannya di lini tengah tersebut setelah menjual Granit Xhaka ke Arsenal. Liverpool tetapi dikabarkan masih berminat terhadap Dahoud dan rela menunggu pemain muda Jerman tersebut di bursa transfer musim panas ini.

 

Tetapi beberapa bulan setelah musim berjalan, minat Liverpool terhadap Dahoud sudah tidak terasa lagi, kurang lebih sekitar di bulan Desember. Hal ini terjadi karena penampilan para gelandang Liverpool sendiri yang dianggap cukup mumpuni untuk mengoperasikan lini tengah dari sebuah tim Jurgen Klopp.

 

Keputusan Klopp untuk memainkan Jordan Henderson sebagai pemain no. 6 membuahkan hasil manis, dengan sang kapten tampil baik sebagai motor tim. Kemampuan Dahoud untuk mengubah permainan umpan pendek ke umpan panjang untuk serangan langsung adalah salah satu alasan utama ketertarikan Liverpool kepada Dahoud, tetapi Henderson mampu mengisi peran tersebut dengan baik.

 

Georgini Wijnaldum yang direkrut dari Newcastle United seharga 25 juta pounds di bursa transfer musim panas lalu berfungsi sebagai penyambung di lini tengah Liverpool. Ia mampu menjadi penyeimbang dan menjaga kestabilan lini tengah dengan disiplin. Wijnaldum juga telah menghasilkan sejumlah gol penentu dan tampil luar biasa di sejumlah laga penting, sesuatu yang belum mampu dilakukan Dahoud secara reguler.

 

Dan Adam Lallana yang posisinya digeser sebagai gelandang tengah oleh Klopp juga menjadi kunci dari ambisi Liverpool. Pemain berusia 28 tahun ini memiliki kemampuan menyerang yang lebih baik dibandingkan Dahoud. Lallana membuat gol atau assist setiap 296 menit dan memiliki persentase dribel sukses, akurasi umpan, dan membuat peluang lebih banyak.

 

Selain itu, masih ada Emre Can yang dapat bertindak sebagai pelapis. Kendati situasi kontrak pemain asal Jerman ini masih belum menentu, Can menawarkan permainan fisik yang tidak dimiliki 3 gelandang utama Liverpool lainnya dan juga kemampuannya untuk memenangkan duel bola udara.

 

Dengan semua kelebihan di lini tengah yang dimiliki, terlebih Klopp juga tengah mengincar Naby Keita dari RB Leipzig, maka dapat dimengerti apabila Liverpool sudah tidak tertarik kepada Dahoud. (AA)