Imbang Lagi, Kans Empat Besar MU Makin Tipis

BolaSempak – Bagi sebuah klub sepakbola manapun di belahan Bumi ini, menjalani 20 laga tanpa kekalahan sama sekali tentu saja merupakan sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol dan membanggakan. Tetapi tidak sama sekali apabila setengah dari 20 laga tersebut berakhir dengan hasil imbang. Dan lebih tidak membanggakan apabila klub tersebut adalah klub sekelas Manchester United.

 

MU kembali dipaksa meraih satu poin saja dalam laga lanjutan Liga Primer Inggris melawan Everton di kandang sendiri. Bahkan mereka baru mampu menyamakan kedudukan melalui gol pinalti Zlatan Ibrahimovic di menit terakhir injury time babak kedua, setelah tertinggal sejak babak pertama lewat gol Phil Jagielka yang memanfaatkan miskomunikasi antara David De Gea dan Marcos Rojo.

 

Hasil imbang kesepuluh dari 20 laga terakhir ini tidak membawa MU lebih dekat kepada zone empat besar. Mereka hanya mampu naik satu tingkat dari posisi enam ke posisi lama. Skor 1-1 melawan The Toffees ini sekaligus merupakan hasil imbang ke-12 yang mereka peroleh di Old Trafford. Theatre of Dreams mungkin kini sudah berganti julukan menjadi Theatre of Draws.

 

Penampilan anak-anak asuh Jose Mourinho sama sekali tidak menunjukkan peningkatan. Mereka mendominasi penguasaan bola sepanjang 90 menit, tetapi gagal membongkar pertahanan ketat lawan. Dan ketika mereka mendapatkan peluang, para pemain gagal memanfaatkannya. Marouane Fellaini membuang tiga peluang di depan gawang, Ander Herrera dan Paul Pogba hanya mampu menghajar mistar gawang, sementara gol Zlatan Ibrahimovic dianulir karena dianggap berada pada posisi offside, sesuatu yang sebenarnya bisa diperdebatkan.

 

Kejadian tersebut menjadi narasi pertandingan kandang The Red Devils pada musim ini. Tim tamu memainkan taktik yang sama dengan menumpuk pemain di belakang, tetapi setiap kali juga MU gagal menanggulangi taktik tersebut. Mereka memiliki conversion rate peluang terburuk di liga dengan hanya berhasil mengonversi 3,48% dari peluang yang mereka ciptakan di kandang.

 

Dua laga lebih yang mereka miliki kini seperti tidak ada artinya. Mungkin akan lebih baik kalau Mourinho dan pasukannya segera mengarahkan fokusnya kepada Europa League untuk menembus Liga Champions musim depan. (AA)