Herrera: Mourinho Adalah Seorang Pemenang

BolaSempak – Gelandang Manchester United, Ander Herrera membuka tabir mengenai hubungannya dengan manajer Jose Mourinho dan menyebut sang pelatih asal Portugal sebagai seorang pemenang.

 

Mourinho menerima kritikan tajam dalam beberapa saat selama musim pertamanya sebagai manajer di Old Trafford, walaupun secara keseluruhan musim mereka dapat dikatakan sebagai musim yang sukses berkat keberhasilan mendapatkan trofi di kompetisi Eropa.

 

United mengalahkan Ajax Amsterdam di partai final Europa League untuk mengamankan satu tempat di Liga Champions musim depan, menambahkan torehan trofi mereka di musim ini setelah sebelumnya memenangkan trofi Community Shield dan EFL League Cup.

 

Dan daripada berfokus kepada posisi mereka di klasemen akhir yang hanya di urutan enam, Herrera memilih untuk melihat keberhasilan yang dicapai klub dalam kompetisi piala.

 

“Kami sudah memikirkan mengenai European Super Cup. Sepakbola adalah mengenai trofi, bukan? Semuanya tentang mencapai tujuan. Sekarang kami akan bermain di Liga Champions. Tiga trofi: League Cup, Community Shield dan Europa League,” tukas Herrera kepada Sky Sports.

 

“Di awal musim, kami membicarakan mengenai hal tersebut. Manajer mengatakan bahwa ia datang ke Manchester United untuk memenangkan trofi dan ia telah melakukan hal tersebut. Musim pertama, tiga trofi. Manajer kami adalah seorang pemenang.”

 

Herrera tampil dalam 50 pertandingan di bawah asuhan Mourinho selama musim lalu dan menerima penghargaan Manchester United’s Player of the Year untuk upayanya. Keberhasilan personal dari gelandang berusia 27 tahun tersebut bukanlah sebuah kejutan, dan ia percaya bahwa bimbingan Mourinho membantunya menjadi pemain seperti sekarang.

 

“Saya tahu di awal musim bahwa saya bisa menjadi seorang pemain yang penting bagi tim. Saya mengadakan pertemuan dengannya (Mourinho) dan ia mengatakan bahwa saya akan menjadi penting baginya jika saya melakukan sejumlah hal, yang mana telah saya lakukan.”

 

“Saya tahu bahwa sulit bermain di klub besar seperti Manchester United sebagai no. 10 karena Anda tahu berapa banyak gol yang harus Anda cetak untuk bermain disana. Jadi saya pikir saya harus menambahkan sesuatu dalam permainan saya. Saya harus memberikan opsi lebih kepada manajer. Dan kami berdua sepakat.”

 

“Ia memberitahu saya bahwa saya akan memainkan peran yang berbeda dalam tim. Ia mengatakan bahwa kadang saya akan bermain lebih bertahan dan di pertandingan lain, ia butuh saya bermain lebih menyerang. Saya mengatakan kepadanya saya akan bermain dimanapun yang ia mau, dan saya akan memberikan yang terbaik,” tutup mantan pemain Athletic Bilbao ini. (AA)