Eksodus Massal Leicester City

BolaSempak – Ketika Leicester City mengangkat trofi Liga Primer Inggris pada musim lalu, banyak pihak yang berasumsi bahwa saat itu akan menjadi saat terakhir para pemain tersebut akan terlihat bersama-sama. Melesatnya prestasi mereka yang bagaikan roket menuju puncak sepakbola Inggris mencapai akhir, maka langkah natural selanjutnya adalah bagi para pahlawan The Foxes untuk berpisah dan bergabung ke tim-tim besar di dunia sepakbola.

 

12 bulan berselang, dan mayoritas pemain tersebut sedang bersiap untuk mengakhiri musim mereka dengan laga menghadapi Tottenham dan Bournemouth di King’s Power Stadium. Selain N’Golo Kante dan juga Claudio Ranieri, mayoritas protagonis utama dari cerita dongeng terhebat sepanjang sejarah sepakbola modern di Inggris masih bertahan di Midlands timur.

 

Kontrak yang diperbaharui nilainya jelas membantu klub untuk tetap mempertahankan nama-nama besar, dengan keputusan Jamie Vardy untuk tetap bertahan di Leicester kendati tawaran dari Arsenal menunjukkan loyalitas yang luar biasa dari salah satu bintang baru di Liga Primer Inggris.

 

Riyad Mahrez, Danny Drinkwater dan Kasper Schmeichel mengikuti jejak dari sang penyerang dengan menyatakan komitmen kepada Leicester untuk kemudian menjalani sebuah musim yang melihat mereka tampil di bawah performa terbaik di kancah domestik, kendati menikmati status baru mereka sebagai wildcard yang kualitasnya tidak bisa diraba di ajang Liga Champions.

 

Tetapi dengan normalitas tampak akan segera kembali ke klub, prediksi akan terjadinya eksodus pemain yang sebenarnya diperkirakan akan terjadi tahun lalu tampak akan menjadi kenyataan. Tidak ada keraguan kalau reputasi sejumlah pemain Leicester yang memenangkan liga telah menurun setelah musim yang buruk, tetapi para pemain terbaik mereka tetap tidak akan kekurangan peminat.

 

Mahrez tampak menjadi pemain yang akan paling diminati. Dikaitkan dengan Real Madrid dan Barcelona saat memenangi gelar PFA Player of the Year di tahun 2016, kemungkinan dirinya bergabung dengan dua raksasa Spanyol tersebut tampak hilang. Arsenal telah dikaitkan dengan pemain asal Aljazair tersebut karena ketidakjelasan masa depan Alexis Sanchez, sementara tim seperti Paris Saint Germain, AS Monaco, AC Milan dan Inter Milan semuanya membutuhkan pemain sayap.

 

Schmeichel juga kemungkinan akan menjadi salah satu penjaga gawang yang akan mendapati dirinya terjebak dalam transfer berputar selama musim panas nanti. Klub seperti Manchester City, Liverpool dan Everton semuanya tampak sedang mencari penjaga gawang baru, sementara kemungkinan transfer David De Gea dari Manchester United membuka pintu baginya untuk mengikuti jejak sang ayah di Old Trafford.

 

Drinkwater, Wilfred Ndidi, Demarai Gray dan Ben Chilwell juga dapat mengikuti jejak kedua pemain keluar dari King’s Power, membuat Craig Shakespeare mendapatkan tugas berat untuk menyusun kembali lini tengah timnya. Sedangkan pemain pelapis seperti Islam Slimani, Ahmed Musa dan Leonardo Ulloa semuanya juga telah dikaitkan dengan pintu keluar di bursa transfer nanti.

 

Tetapi bagaimana dengan Vardy? Dengan torehan 15 gol di semua kompetisi, penyerang asal Inggris tersebut jelas tidak sebaik musim lalu, tetapi hal tersebut lebih karena performa tim. Ia tetap merupakan salah satu finisher terbaik di Inggris, dan kecepatannya masih sangat menakutkan bagi lini pertahanan lawan.

 

Tetapi dengan segala kelebihannya, jelas waktu tidak berada di pihaknya. Mantan pemain Fleetwood Town ini akan berusia 30 tahun di bulan Januari, yang berarti ia tidak akan memiliki nilai jual yang tinggi bagi klub peminat. Arsenal musim lalu tampak menjadi kesempatan terakhir baginya bermain di klub elit, dan ia tampak akan tetap bertahan di Leicester musim depan. (AA)