Clement: “Sanches Bertambah Buruk di Swansea”

bolasempak.com Paul Clement telah menggambarkan situasi Renato Sanches di Swansea City bertambah buruk sejak dipinjam dari Bayern Munich.

 

Sejak menjadi bagian skuad Portugal yang memenangkan Euro 2016, karir Sanches semakin meredup dan bahkan kegagalan di musim pertama bersama Bayern diikuti oleh masa pinjaman yang sama buruknya di tim berbasis Wales.

 

Sanches tidak mencetak gol atau membuat assist dalam 12 penampilan Premier League sepanjang musim ini, dia juga absen dalam 3 pertandingan terakhir karena cedera setelah menjadi starter di 3 pertandingan awal kepelatihan Carvalhal.

 

Mantan asisten Bayern, Clement, memiliki peran penting dalam membawa Sanches ke Wales, namun gelandang tersebut memang terlihat tidak mampu beradaptasi di liga lain dan itu menjadi masalah dalam dua musim terakhir.

 

“Saya pikir dia adalah pemain besar yang didapatkan Swansea, sangat baik ketika membawa seorang pemain yang menjadi bintang di Euro,” Clement mengatakan kepada The Times (13/2/2018).

 

“Saya tahu ini akan memakan waktu termasuk enam bulan pertama di Bayern, dan dia tidak bermain secara teratur. Kondisi fisiknya menurun, kepercayaan dirinya juga. Ketika saya menelepon Bayern, awalnya (kepala eksekutif Karl-Heinz) Rummenigge berkata kepada saya ‘ada sepuluh klub lain yang menginginkannya’ dan saya meninggalkannya.

 

“Baru beberapa minggu kemudian ketika saya berbicara dengan Carlo dan bertanya ‘Apakah Anda punya pemain untuk saya?’, dia memberikan ‘Renato Sanches’ dan Bayern benar-benar mendukungnya. Mereka mengira dia akan pergi ke klub yang bisa memberi waktu bermain lebih baik, dan kepada pelatih yang akan peduli dan memberinya perhatian yang dibutuhkan.

 

“Dia awalnya tidak begitu tertarik. Dia pikir dia akan pergi ke (Manchester) United, Chelsea atau Paris Saint-Germain.

 

“Tapi Bayern berkata ‘Anda tidak pergi ke sana, itu akan menjadi situasi yang sama, Anda tidak akan bermain’. Ketika dia datang, dia jauh lebih buruk dari yang saya duga. Sungguh menyedihkan, dia adalah anak laki-laki yang hampir menguasai dunia di pundaknya.

 

“Dia memiliki keinginan untuk menyenangkan dan keinginan untuk membuktikan bahwa semua orang salah. Dia masuk dalam lingkaran setan dengan pilihan yang buruk. Pemain lainnya berkata ‘dia bermain seperti itu dan Anda tidak memilih saya’, jadi memang sangat sulit untuk memberinya kesempatan lebih banyak.”