Ander Herrera, From Zero To Hero

BolaSempak – Ander Herrera merupakan salah satu pemain paling populer di kalangan para pendukung Manchester United. Ia merupakan seorang pemain yang selalu memberikan 100% yang ia miliki di atas lapangan. Herrera adalah gelandang pekerja keras dengan determinasi yang tinggi. Ditambah dengan fakta bahwa ia mencintai Manchester United sebagai sebuah klub, maka tidak salah untuk mengatakan kalau ia merupakan salah satu pemain favorit para fans MU.

 

Tetapi tidak ada yang dapat memungkiri kalau Herrera merupakan kambing hitam tersingkirnya MU di ajang FA Cup pada bulan Maret lalu di tangan Chelsea. Laga di Stamford Bridge tersebut berakhir dengan kemenangan 1-0 Chelsea. MU sejatinya tampil baik di laga tersebut dengan mengimbangi penampilan tuan rumah, tetapi kartu merah gelandang berusia 27 tahun tersebut di babak pertama mengubah total alur permainan.

 

Babak kedua dikuasai sepenuhnya oleh pasukan Antonio Conte yang pada akhirnya mampu mencetak gol kemenangan melalui sepakan N’Golo Kante. Kartu merah mantan gelandang Athletic Bilbao tersebut sejatinya dapat diperdebatkan, tetapi fakta bahwa kecerobohannya merugikan tim membuatnya dijadikan kambing hitam oleh sebagian orang.

 

Maka ketika pada hari Minggu, 16 April 2017 Jose Mourinho sekali lagi mendapuknya untuk melakukan man-marking terhadap Eden Hazard, pemain yang ia tekel kala mendapatkan kartu merah tersebut, timbul pertanyaan terhadap kemampuan Herrera dalam mengemban tugas tersebut.

 

Fast forward 90 menit plus injury time pada laga Liga Primer Inggris antara kedua tim di Old Trafford, maka Anda akan mendapati Herrera yang dianugerahi penghargaan man of the match usai mengantarkan The Red Devils meraih kemenangan impresif dengan skor 2-0.

 

Perintah sang pelatih mampu diemban dengan sangat baik oleh Herrera. Bak seorang stalker yang menguntit idolanya, selama 2 x 45 menit, gelandang asal Spanyol tersebut sama sekali tidak membiarkan Hazard lolos, memutus aliran bola Chelsea ke lini depan dan membuat sang pemuncak klasemen sama sekali tidak mendapatkan shot on target pada pertandingan ini.

 

Dan bukan hanya tugas bertahan yang ia tunaikan dengan baik. Herrera menciptakan satu assist brilian untuk gol pembuka Marcus Rashford di menit ke-7, sebelum ia sendiri memastikan tiga poin bagi MU dengan golnya di awal babak kedua.

 

Herrera membuktikan diri sebagai pemain untuk laga-laga besar. Ia mencetak gol atau memberikan assist dalam laga melawan Chelsea, Liverpool, Manchester City, dan Arsenal. Ia bisa menjadi pemain yang diandalkan Mourinho dalam laga-laga kunci, persis seperti yang ditawarkan oleh Park Ji-sung kepada Sir Alex Ferguson.

 

Penebusan dosa Herrera telah selesai. From zero to hero. Dari kartu merah ke man of the match. Sekarang saatnya bagi Herrera dan kawan-kawan melanjutkan momentum untuk membawa MU kembali ke Liga Champions. (AA)herr