Fenomena Naturalisasi, Akankah Terulang Lagi?

BolaSempak – Penyerang muda Ajax Amsterdam, Ezra Walian dikabarkan akan segera menyelesaikan proses naturalisasinya sebagai warga negara Indonesia agar dapat berlaga bersama tim nasional. Kabar ini disambut meriah oleh mayoritas penggiat sepakbola dalam negeri. Boleh jadi, Ezra adalah pemain dengan profile paling mentereng diantara semua pemain-pemain naturalisasi lainnya.

 

Sebelumnya memang ada nama-nama pemain naturalisasi yang datang dari klub di Belanda, seperti Irfan Bachdim yang merupakan mantan pemain FC Utrecht dan juga Stefano Lilipaly yang pernah bermain untuk Go Ahead Eagles. Tapi kedua klub tersebut jelas bukanlah tandingan Ajax Amsterdam, yang boleh jadi merupakan klub paling terkenal di Belanda. Akademi Ajax juga merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Jelas publik merasa antusias jika salah satu produk akademi klub sekaliber Ajax akan membela tim nasional Indonesia.

 

Fenomena naturalisasi di Indonesia bukanlah barang baru. Memang PSSI sempat vakum melakukan naturalisasi dalam beberapa tahun terakhir karena kisruh persepakbolaan dalam negeri, tetapi sebelum itu sudah banyak pemain yang dinaturalisasi oleh PSSI. Tentu masih segar dalam ingatan bagaimana kiprah gemilang timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2010 yang mampu mencapai partai final. Kala itu, skuad timnas Indonesia dimotori oleh Irfan Bachdim dan juga Christian Gonzalez, dua pemain naturalisasi.

 

Nama-nama lain seperti Stefano Lilipaly, Raphael Maitimo, Victor Igbonefo, Greg Nwokolo, Sergio van Dijk, Diego Michiels, dan juga Kim Jeffrey Kurniawan merupakan produk naturalisasi berikutnya yang cukup sukses dalam membela tim nasional Indonesia dan klub masing-masing. Dua nama pertama, Maitimo dan Lilipaly, bahkan menjadi andalan timnas ketika kembali menembus final Piala AFF di tahun lalu.

 

Ada juga pemain naturalisasi yang gagal bersinar seperti Tonnie Cussell, Ruben Wuarbanaran, dan Jhon van Beukering. Menanggapi fenomena ini, punggawa timnas Ferdinand Sinaga menyatakan bahwa pemain yang dinaturalisasi oleh PSSI harus minimal berada dua level di atas pemain lokal, sehingga bisa membagi ilmu mereka ke pemain dalam negeri. (AA)