Sering Lontarkan Kritik ke Timnas Prancis, Begini Kata Pelatih Denmark

Age Hareide

bolasempak.com Pelatih timnas Denmark, Age Hareide, mengatakan dugaan kritiknya terhadap Prancis dan Paul Pogba diambil di luar konteks.

 

Hareide dituduh mengklaim pasukan Didier Deschamps adalah “tidak ada yang istimewa” dan bahwa Pogba “hanya memikirkan potongan rambutnya”, tetapi pria asal Norwegia itu bersikeras kata-katanya dipelintir untuk menciptakan sebuah cerita.

 

Denmark akan bertanding melawan Les Bleus pada lanjutan Grup C di Moscow dengan mengetahui hasil imbang sudah cukup bagi mereka untuk bergabung dengan Prancis di babak 16 besar sementara kekalahan juga tidak mempengaruhi hasilnya asalkan Australia gagal mengalahkan Peru.

 

Dan dilansir Sky Sports (26/6/2018), Hareide mengatakan: “Hal-hal yang diambil di luar konteks. Jika Anda membaca seluruh artikel, Anda akan melihat saya membandingkan tim ini dengan tim 1998.

 

“Anda bisa memilih apapun yang Anda suka dari sebuah artikel tetapi saya membandingkannya (tim tersebut) dengan tim Prancis terbaik pada 1998, itu saja.”

 

Hareide juga menunjukkan kekagumannya pada Pogba dan skuad Prancis., dan dia menambahkan: “Prancis memiliki tim dengan banyak pemain individu yang bagus. Pertahanan mereka sangat kuat dan lini tengah yang juga kuat dengan Pogba.

 

“Apa yang dia berikan sebagai pemain, Anda tidak bisa membandingkan dengan apapun di Eropa dan kemudian (Antoine) Griezmann di puncak, ada dua pemain hebat dan mereka sangat kuat.”

 

Hareide sendiri mengakui akan menurunkan para pemain terbaik untuk memenangkan pertandingan di Luzhniki Stadium, meskipun ia akan bermain-main dengan taktik untuk memastikan mereka lebih sulit dikalahkan dan memiliki pertahanan yang lebih kokoh.

 

“Saya tahu satu poin akan cukup tetapi itu bukan cara yang baik untuk memulai pertandingan,” tambahnya. “Jika Anda memasukkan itu ke kepala pemain Anda, akan ada kepasifan dalam tim dan itu tidak baik.

 

“Kami tahu imbang akan cukup sehingga cara kami mengatur permainan mungkin berbeda dari pertandingan lainnya. Kami tidak boleh meninggalkan ruang sebanyak yang kami lakukan melawan Australia.

 

“Kami benar-benar ingin mengalahkan Australia sehingga kami mendorong pemain le depan dan tim lawan memiliki banyak serangan balik. Prancis sangat bagus dengan situasi itu dengan pemain yang terampil sehingga kami tidak bisa bermain dengan cara yang sama, kami harus kuat di pertahanan.

 

“Kami membutuhkan keseimbangan yang lebih baik. Kami harus lebih bijak dalam cara bermain karena Prancis adalah tim yang sangat bagus.”